Kemenag Mabar dan BSI Labuan Bajo Kolaborasi Dukung Ruang Belajar Madrasah
- 10 Sep 2026 09:15 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat — Kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan di tengah masa tanggap darurat pascagempa Flores kembali ditunjukkan melalui kolaborasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat dan Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Labuan Bajo. BSI menyalurkan bantuan terpal yang akan digunakan untuk mendukung tenda belajar dan ruang kelas tambahan bagi sejumlah madrasah yang mengalami keterbatasan sarana pendidikan.
Bantuan tersebut diserahkan di Aula Kantor Kemenag Manggarai Barat, Rabu, 9 September 2026, oleh Consumer Business Relationship Manager BSI KCP Labuan Bajo, Agus Priono, didampingi dua staf BSI, dan diterima langsung Kepala Kemenag Manggarai Barat, Fransiskus Xaverius Adi. Selanjutnya, bantuan akan segera didistribusikan kepada madrasah yang membutuhkan agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung meski dalam kondisi darurat.
Agus Priono mengatakan, bantuan terpal merupakan bagian dari kepedulian dan tanggung jawab sosial BSI terhadap dunia pendidikan sekaligus bentuk penguatan sinergi dengan pemerintah. Bantuan terpal ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial kami dari BSI untuk mendukung kenyamanan adik-adik dalam belajar.
"Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kendala ruang kelas di beberapa madrasah, sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu,” ujarnya.
Kepala Kemenag Manggarai Barat Fransiskus Xaverius Adi menyampaikan apresiasi atas respons cepat BSI. Ia menyebut kolaborasi tersebut bukan yang pertama, karena sebelumnya BSI juga menyalurkan paket sembako kepada 35 pegawai Kemenag terdampak gempa, terdiri dari 24 ASN dan 11 guru madrasah swasta.
“Bantuan yang kami terima hari ini akan segera kami salurkan langsung ke beberapa madrasah. Ini menjadi bukti nyata cinta kasih, kolaborasi, dan solidaritas yang kuat demi pemulihan serta masa depan pendidikan anak-anak di Manggarai Barat,” ujarnya.
Kolaborasi Kemenag Manggarai Barat dan BSI diharapkan terus berlanjut untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak belajar di tengah keterbatasan akibat bencana. Terpal yang mungkin terlihat sederhana, kini menjadi bagian penting dalam menghadirkan ruang belajar darurat—menjaga agar gempa tidak memutus langkah anak-anak Manggarai Barat mengejar pendidikan dan masa depan mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....