Petani Bomanu Uji Jeruk Wogan Asal Australia

  • 29 Agt 2026 14:05 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ngada – Kelompok Tani Bomanu di Kabupaten Ngada mengembangkan jeruk Wogan asal Australia untuk diversifikasi komoditas perkebunan. Inovasi ini diarahkan untuk membuka peluang agribisnis bernilai tinggi sekaligus memperkuat pasokan buah dari produksi lokal.

Ketua Kelompok Tani Bomanu, Maria Erna Goreti Pati, mengatakan proses pembibitan jeruk Wogan telah berlangsung selama satu tahun. Bibit tersebut ditargetkan mulai ditanam di lahan perkebunan pada September 2026 setelah melalui tahap pembibitan dan persiapan lahan.

“Proses pembibitan tanaman jeruk impor ini sudah berjalan selama satu tahun,” ujar Maria dalam Program Komunitas Bicara Pro 1 RRI Ende, Minggu, 26 Juli 2026. Menurutnya, kelompok memilih varietas tersebut karena memiliki prospek nilai jual yang menarik di pasar nasional.

Berbeda dengan tanaman hortikultura berumur pendek, jeruk Wogan membutuhkan waktu sekitar lima tahun hingga memasuki masa panen. Karena itu, pengembangan komoditas ini diposisikan sebagai investasi jangka panjang yang membutuhkan perawatan konsisten sejak masa pembibitan.

Pegiat pertanian dari Kebun Pelangi, Vincent, mengatakan kondisi iklim dan lingkungan di Kabupaten Ngada berpotensi mendukung pengembangan tanaman jeruk. “Varietas jeruk impor bisa tumbuh optimal jika dirawat dengan teknik yang benar,” ungkap Vincent.

Kebun Pelangi turut memantau proses adaptasi bibit terhadap kondisi lahan setempat. Pendampingan teknis mencakup pemupukan, perawatan tanaman, hingga langkah pencegahan serangan hama yang berpotensi menghambat pertumbuhan.

Pengembangan jeruk Wogan juga membuka peluang bagi petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan buah dari luar daerah. Selama ini, kebutuhan buah di Flores masih mendapat pasokan dari wilayah lain, termasuk Lombok.

Kelompok Tani Bomanu berharap pengembangan varietas tersebut dapat menjadi alternatif usaha tani bernilai ekonomi dalam jangka panjang. Jika berhasil beradaptasi dan menghasilkan produksi sesuai target, budidaya jeruk Wogan berpotensi menjadi model pengembangan agribisnis berbasis inovasi bagi petani di NTT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....