Ferdy Ampur Optimis Combine Harvester Tingkatkan produksi Panen Petani
- 27 Mei 2026 10:23 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai, Ferdy Ampur optimistis kehadiran alat modern jenis Combine Harvester mampu meningkatkan efisiensi, efektivitas, sekaligus produktivitas hasil panen petani di Kabupaten Manggarai.
Optimisme tersebut disampaikan Kadis Ferdy saat melakukan monitoring uji coba pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) jenis Combine Harvester di areal persawahan Lingko Lanar, Cancar, Kecamatan Ruteng, Senin, 25 Mei 2026.
Pada kesempatan tersebut, Ferdy mengungkapkan bahwa berdasarkan berbagai testimoni petani di wilayah Lingko Lanar dan Pomeko, penggunaan mesin panen modern terbukti mampu meningkatkan hasil produksi dibandingkan proses panen secara manual. Selain mempercepat proses panen, penggunaan alat tersebut juga dinilai mampu menekan biaya operasional petani secara signifikan.
“Pengalaman beberapa hari ini sudah banyak testimoni bahwa hasil panen meningkat. Selain itu, biaya panen juga jauh lebih hemat dibandingkan cara manual. Penghematannya mencapai kurang lebih 60 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemanfaatan alsintan modern mampu meningkatkan produktivitas pertanian hingga 10 hingga 15 persen. Bahkan, sejumlah petani mengaku mengalami lonjakan hasil produksi setelah menggunakan Combine Harvester.
“Yang dulunya hanya 10 karung, sekarang bisa menjadi 20 karung. Yang sebelumnya 20 karung, sekarang bisa mencapai 20 sampai 25 karung,” ucap Ferdy.
Menurutnya, kehadiran alat panen modern menjadi angin segar bagi para petani di tengah tingginya biaya produksi dan keterbatasan tenaga kerja saat musim panen. Modernisasi pertanian dinilai menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Meski demikian, dirinya masih mengakui terdapat sejumlah kendala dalam penerapan alsintan di lapangan, terutama terkait kondisi lahan pertanian masyarakat yang relatif sempit serta struktur tanah yang belum sepenuhnya mendukung efektivitas kerja mesin, khususnya di kawasan persawahan Cancar.
“Kendala yang kita temukan terutama ukuran lahan petani yang kecil sehingga mempersulit kerja alat secara efektif,” katanya.
Namun, antusiasme petani terhadap penggunaan alsintan disebut sangat tinggi. Pemerintah Kabupaten Manggarai pun berencana menghadirkan alat panen yang dapat standby di wilayah sentra pertanian saat musim panen berlangsung agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
Ferdy menilai modernisasi sektor pertanian juga menjadi langkah strategis untuk mengubah pola pikir masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap dunia pertanian yang selama ini dianggap kurang menjanjikan.
“Kita berharap ini menjadi pola baru pertanian kita. Kemajuan seperti ini akan menarik minat anak muda untuk kembali mengelola lahan pertanian,” ujarnya.
Lebih lanjut, sektor pertanian tetap menjadi sektor unggulan sekaligus tulang punggung pembangunan daerah di Kabupaten Manggarai karena sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup pada sektor tersebut. “Sektor pertanian merupakan jantung perekonomian masyarakat Manggarai dan memberikan kontribusi besar bagi pembangunan daerah,” tuturnya
Dengan kehadiran alat pertanian modern ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Pertanian terus mendorong program petani milenial bagi generasi muda berusia maksimal 35 tahun melalui dukungan pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....