Caritas Dorong Penanganan Gempa Flores Menjangkau Desa Terpencil

  • 29 Agt 2026 14:07 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Nagekeo- Direktur Eksekutif Caritas Indonesia Fredy Rante Taruk, Pr. meminta penanganan gempa Flores diperluas hingga menjangkau masyarakat di desa-desa terpencil. Menurutnya, penanganan bencana harus dilakukan secara serius, inklusif, dan berlanjut hingga tahap pemulihan karena dampaknya dirasakan lebih dari 180 ribu warga yang mengungsi.

Hal tersebut disampaikan oleh Fredy Rante Taruk, Pr. saat diwawancarai RRI Ende, Kamis 27 Agustus 2026, di Pos Pengungsian Terpadu Aeramo, Paroki Yesus Kerahiman Ilahi Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Wawancara dilakukan saat peluncuran Pos Pengungsian Terpadu Aeramo yang menjadi salah satu bagian dari pelayanan bagi masyarakat terdampak.

Fredy mengatakan kondisi infrastruktur dan medan yang sulit di sejumlah wilayah Flores membuat penanganan tidak bisa hanya terpusat pada lokasi yang mudah dijangkau. Bantuan dan pelayanan, katanya, harus lebih tersebar, terbuka, serta memberi perhatian kepada masyarakat yang berada di desa-desa sangat terpencil.

Ia mengungkapkan, dari perjalanan menyusuri sejumlah wilayah Flores, masih ditemukan rumah warga yang mengalami kerusakan berat sehingga sebagian masyarakat harus tinggal di tenda. Kondisi tersebut mendorong dirinya berkoordinasi untuk mendatangkan tambahan tenda dan bantuan bagi sejumlah pos pelayanan yang masih membutuhkan dukungan.

Sejumlah wilayah yang dilaluinya, mulai dari Reo, menyusuri pesisir utara hingga Nanggaeo, menurut Fredy menunjukkan dampak yang cukup parah. Ia juga menilai wilayah Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Ngada, serta daerah sekitar Kabupaten Ende perlu mendapat perhatian serius, terutama titik-titik yang berada di sekitar pusat gempa.

Fredy menegaskan penanganan bencana tidak boleh berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi harus dilanjutkan hingga masyarakat benar-benar memasuki tahap pemulihan. Ia menilai kolaborasi antara gereja, pemerintah, BNPB, dan berbagai lembaga menjadi kekuatan penting untuk memastikan pelayanan kemanusiaan dapat menjangkau lebih banyak warga terdampak.

Dalam pelayanan di pengungsian, ia meminta kebutuhan kelompok rentan menjadi perhatian utama. Anak-anak, penyandang disabilitas, orang tua, dan kelompok rentan lainnya, menurutnya, membutuhkan pelayanan khusus agar kebutuhan mereka tetap terpenuhi selama berada di lokasi pengungsian.

Fredy juga mengajak warga terdampak untuk tetap sabar sekaligus menjaga solidaritas dalam menerima bantuan. Warga yang kebutuhannya telah tercukupi diharapkan tidak mengambil bantuan yang diperuntukkan bagi mereka yang kondisinya lebih membutuhkan.

“Kalau sudah cukup atau pada saat ini tidak terlalu membutuhkan, jangan memaksakan diri mengambil bagian yang diperuntukkan bagi orang yang lebih membutuhkan. Solidaritas itu harus ada,” katanya.

Selain mengajak masyarakat bersolidaritas, Fredy berharap dukungan pemerintah semakin konkret, nyata, terbuka, dan inklusif bagi seluruh warga terdampak. Ia menegaskan pelayanan kemanusiaan harus diberikan tanpa perbedaan dan memastikan masyarakat mendapat pendampingan hingga proses pemulihan pascabencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....