Dinas Pertanian Ende Uji Benih Padi Umur Genjah
- 28 Agt 2026 11:58 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Dinas Pertanian Kabupaten Ende menguji varietas padi berumur genjah sebagai strategi menghadapi musim hujan yang semakin singkat dan kemarau panjang. Inovasi tersebut ditujukan agar petani tetap dapat memanen sebelum ketersediaan air menurun drastis.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Gadir Dean, mengatakan penggunaan varietas adaptif menjadi salah satu langkah untuk menekan risiko gagal panen akibat perubahan iklim. Tahun ini, pihaknya mulai menguji coba padi varietas Cakrabuana yang memiliki masa panen lebih singkat dibandingkan varietas konvensional.
“Tahun ini kami sedang menguji coba benih varietas Cakrabuana. Ketika ramalan BMKG menunjukkan adanya El Nino atau kemarau panjang, kita harus cepat berekayasa dengan menggunakan benih yang umurnya genjah agar petani tetap bisa panen sebelum air mengering,” jelas Gadir dalam Program Kentongan RRI Ende Selasa,04 Agustus 2026.
Varietas Cakrabuana dipilih karena memiliki umur panen sekitar 75 hari, sementara sejumlah varietas konvensional dapat membutuhkan waktu hingga empat bulan. Perbedaan masa tanam tersebut dinilai memberi ruang bagi petani menyesuaikan waktu budidaya dengan ketersediaan air.
Selain rekayasa varietas, Dinas Pertanian Ende mengedukasi petani mengenai penggunaan air irigasi secara lebih efisien. Petani diarahkan memahami bahwa tanaman padi tidak selalu membutuhkan genangan air, tetapi memerlukan kelembapan tanah yang sesuai pada setiap fase pertumbuhan.
Gadir mengatakan penerapan teknologi budidaya harus disesuaikan dengan kondisi lahan dan ketersediaan sumber daya air. Pendekatan tersebut diharapkan membantu petani mengurangi pemborosan air sekaligus mempertahankan produktivitas ketika musim kering berlangsung lebih panjang.
Pemerintah Kabupaten Ende mendorong kombinasi penggunaan benih genjah, pupuk organik atau kompos, serta efisiensi irigasi sebagai bagian dari strategi adaptasi. Langkah tersebut diharapkan menjaga produktivitas lahan dan mengurangi risiko kerugian petani akibat tekanan perubahan iklim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....