Gempa Nagekeo, Caritas Indonesia Dorong Bantuan Sesuai Kebutuhan

  • 25 Agt 2026 11:06 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende- Jaringan Caritas Indonesia memperkuat respons kemanusiaan bagi penyintas gempa di Kabupaten Nagekeo dengan menyalurkan bantuan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Respons tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan keuskupan, paroki, stasi, kelompok umat, hingga kelompok basis.

Komite Tanggap Darurat ER-DRR Caritas Indonesia, RD. Agustinus Darwanto, mengatakan Caritas Indonesia bersama keuskupan-keuskupan bergerak dalam satu jaringan Gereja Katolik Indonesia untuk merespons dampak gempa. Ia menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai RRI Ende di PSE Ende, Senin 24 Agustus 2026.

RD. Agustinus menjelaskan, jaringan tersebut memungkinkan berbagai pihak saling berbagi sumber daya untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang belum tertangani. Menurutnya, pola kerja tersebut juga menjadi bagian dari upaya menutup kesenjangan dalam penanganan bencana tanpa mengambil alih peran pemerintah.

Ia mengungkapkan, untuk di lapangan pelayanan dilakukan dengan menjangkau berbagai wilayah terdampak melalui jaringan Gereja. Kebutuhan masyarakat terlebih dahulu diidentifikasi melalui asesmen agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.

Pada masa awal tanggap darurat, bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Bantuan yang diberikan antara lain peralatan dapur umum, paket sembako, peralatan pengungsian, serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak, ujarnya.

Menurutnya, pelayanan tersebut tidak hanya dilakukan di satu titik, tetapi menjangkau masyarakat melalui struktur paroki hingga kelompok basis. Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan dan memastikan kelompok rentan turut mendapat perhatian.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih proaktif mengoordinasikan lembaga-lembaga kemanusiaan yang terlibat dalam penanganan bencana. Menurutnya, koordinasi diperlukan agar dapat diketahui sektor yang sudah tertangani sekaligus kebutuhan atau kesenjangan yang masih belum terpenuhi.

RD. Agustinus berharap pemerintah daerah sebagai pemegang mandat utama mampu mengkolaborasikan seluruh aksi dan respons kemanusiaan yang masuk ke Nagekeo. Ia juga berharap kerja sama pemerintah, lembaga kemanusiaan, jaringan Gereja, dan masyarakat dapat memperkuat proses pemulihan sehingga penyintas mampu bangkit dan menjalani kehidupan pascabencana dengan lebih kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....