Penyintas Gempa Mauponggo Masih Bertahan di Tenda Mandiri
- 14 Sep 2026 14:55 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Nagekeo – Penyintas gempa bermagnitudo 7,7 di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, hingga kini masih memilih bertahan di tenda pengungsian mandiri yang dibangun secara terpusat di kampung masing-masing. Kondisi tersebut terutama dialami warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan belum dapat dihuni kembali.
Camat Mauponggo Leo Loda mengatakan gempa menyebabkan kerusakan cukup berat pada permukiman warga, terutama di zona merah. Kerusakan paling banyak terjadi pada rumah dan fasilitas fisik di Desa Uwa dan Desa Kota Gana, namun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Leo menjelaskan warga secara mandiri membangun tenda pengungsian di lokasi yang dianggap aman dan dekat dengan permukiman. Sementara warga dengan rumah rusak ringan hingga sedang, sebagian mulai kembali beraktivitas di dalam rumah.
“Mengenai pengungsian, warga mendirikan tenda pengungsian mandiri secara terpusat di kampung masing-masing,” ujar Leo dalam program Halo RRI Ende, 14 September 2026. Ia mengatakan sebagian warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang sudah mulai kembali menjalankan aktivitas di rumah.
Meski demikian, trauma akibat gempa dan kekhawatiran terhadap gempa susulan masih dirasakan sebagian penyintas. Kondisi tersebut membuat sejumlah warga memilih tetap tidur di luar rumah pada malam hari meskipun bangunan tempat tinggal mereka masih dapat digunakan.
Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan tidak lagi layak huni, tenda menjadi tempat tinggal sementara. Mereka masih menunggu proses pembangunan hunian sementara atau huntara untuk mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman.
Pemerintah Kecamatan Mauponggo terus memantau kondisi para penyintas yang berada di lokasi pengungsian mandiri. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar, kesehatan, dan keamanan warga tetap terpenuhi selama masa pemulihan pascagempa.
Pemerintah juga mendorong agar penanganan penyintas tetap memperhatikan kondisi psikologis warga yang masih mengalami trauma. Pendampingan dan pemantauan di tingkat kampung dinilai penting hingga warga dapat kembali tinggal di hunian yang aman dan layak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....