Pengungsi Gempa Sikka Mulai Dipulangkan Bertahap

  • 24 Agt 2026 08:49 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Sejumlah warga terdampak gempa bumi tektonik di Kabupaten Sikka mulai menyatakan kesediaan untuk kembali ke rumah setelah bertahan di lokasi pengungsian selama masa tanggap darurat. Masa tanggap darurat bencana gempa bumi Kabupaten Sikka dijadwalkan berakhir pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Menindaklanjuti permintaan tersebut, Satgas Penanganan Bencana melalui Pos Komando Bencana Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka menerbitkan Standar Operasional dan Prosedur (SOP) Pemulangan Pengungsi pada Minggu, 23 Agustus 2026. Pemulangan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan, ketertiban, serta keakuratan data warga terdampak.

Kasatgas Pos Komando Bencana Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes da Maga Bapa atau Femy Bapa, mengatakan pemulangan tidak dilakukan secara serampangan. Menurutnya, data dan verifikasi kondisi rumah menjadi dasar utama sebelum warga diperbolehkan kembali.

“Data menjadi dasar, proses verifikasi menjadi kunci, dan keselamatan tetap menjadi prioritas,” tegas Femy Bapa saat ditemui di Pos Komando Penanganan Bencana Gempa Bumi Tektonik, Jalan Mawar, Maumere, Minggu 23 Agustus 2026.

Berdasarkan pemutakhiran data By Name By Address (BNBA), pengungsi yang rumahnya masuk kategori Rusak Ringan (RR) dapat mengikuti mekanisme pemulangan. Sementara warga dengan rumah berstatus Tidak Rusak (TR) tetap harus melalui pemutakhiran dan verifikasi lapangan sebelum dinyatakan dapat kembali.

Femy menegaskan, penerbitan SOP bukan bentuk pemaksaan agar warga meninggalkan tempat pengungsian. Pemerintah justru menyiapkan mekanisme agar warga yang secara sukarela ingin kembali dapat melakukannya secara aman, tertib, dan tetap tercatat sebagai masyarakat terdampak bencana.

Tahapan pemulangan dimulai dari penyampaian permintaan atau kesediaan warga kepada koordinator pos pengungsian, kemudian dilanjutkan verifikasi berdasarkan data BNBA. Jika status rumah memenuhi ketentuan, warga melengkapi administrasi melalui formulir dan Surat Pernyataan (SP) Pemulangan sebelum mempersiapkan kepulangan.

Setelah administrasi selesai, warga dapat mengemas barang pribadi dan kembali ke rumah masing-masing secara mandiri. Pemerintah juga menyiapkan paket sembako sesuai kebutuhan di lokasi pengungsian serta dukungan personel untuk membantu proses pemulangan.

Femy memastikan kepulangan tidak berarti pemerintah menghentikan perhatian kepada warga terdampak gempa. Setiap pemulangan akan dituangkan dalam Berita Acara dan datanya diserahkan kepada Posko Tanggap Darurat Bencana BPBD Kabupaten Sikka untuk memperbarui data penanganan bencana.

Pemerintah selanjutnya akan menggelar konferensi pers dan sosialisasi mengenai mekanisme pemulangan kepada masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mencegah informasi simpang siur sekaligus memastikan warga memperoleh informasi resmi sebelum memutuskan kembali ke rumah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....