Gerakan Satu ASN Satu Buku Perkuat Literasi Sikka

  • 29 Sep 2026 08:19 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Gerakan 1 ASN 1 Buku di Kabupaten Sikka mulai mendapat dukungan nyata dari aparatur sipil negara (ASN). Kepala Bidang Informasi Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sikka, Dr. Fransiskus Suryanto Nara Bata, menyerahkan buku kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Sikka, Senin 28 September 2026.

Penyerahan buku berlangsung di ruang kerja Kepala Disarpus Sikka, lantai III, Jalan El Tari, Maumere. Buku tersebut diterima Kepala Disarpus Sikka Very Awales, didampingi Sekretaris Disarpus Sikka Yuvensius Rafael, SE.

Fransiskus mengatakan, buku yang dimiliki ASN tidak hanya bermanfaat bagi pemiliknya, tetapi dapat memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan. Menurutnya, penyerahan buku kepada perpustakaan menjadi salah satu cara sederhana untuk berbagi pengetahuan secara lebih luas.

“Bagi saya, buku adalah salah satu cara untuk berbagi pengetahuan, sehingga manfaatnya tidak berhenti pada satu orang, tetapi bisa dibaca dan dimanfaatkan oleh banyak orang,” katanya.

Ia menilai, gerakan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun budaya membaca melalui tindakan yang konkret. Jika setiap ASN menyumbangkan sedikitnya satu buku, koleksi perpustakaan akan bertambah dan semakin beragam.

Fransiskus berharap buku yang disumbangkan dapat mendukung peningkatan minat baca sekaligus memperluas sumber informasi bagi masyarakat Kabupaten Sikka. Ia juga mengajak ASN lainnya mengambil bagian dalam gerakan tersebut sesuai dengan koleksi buku yang dimiliki.

Kepala Disarpus Sikka Very Awales mengapresiasi dukungan Fransiskus terhadap Gerakan 1 ASN 1 Buku. Menurutnya, penguatan budaya literasi membutuhkan keterlibatan pemerintah, ASN, dunia pendidikan, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat.

Very mengatakan, buku yang diterima akan menjadi tambahan koleksi perpustakaan yang dapat dimanfaatkan pelajar, mahasiswa, ASN, dan masyarakat umum. Keberagaman koleksi diharapkan mampu memenuhi kebutuhan informasi sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk memperluas wawasan.

Ia menegaskan, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan buku, tetapi juga sebagai ruang belajar, bertukar pengetahuan, dan mengembangkan kreativitas. Karena itu, Disarpus Sikka terus mendorong inovasi agar layanan perpustakaan semakin dekat dan mudah diakses masyarakat.

Very mengajak ASN di Kabupaten Sikka menjadikan Gerakan 1 ASN 1 Buku sebagai bentuk partisipasi dalam membangun ekosistem literasi. Menurutnya, sebuah buku yang disumbangkan dapat dibaca oleh banyak orang dan berpotensi melahirkan pengetahuan serta gagasan baru.

“Literasi adalah kerja bersama, sehingga pemerintah, ASN, masyarakat, dunia pendidikan, komunitas, dan berbagai pihak lainnya memiliki peran penting untuk menghidupkan budaya membaca,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....