Gubernur Melki Gelar Rapat Koordinasi Pemulihan Gempa di Ngada

  • 22 Agt 2026 18:43 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ngada — Gubernur Nusa Tenggara Timur Melkiades Laka Lena menggelar rapat koordinasi bersama Bupati Ngada Raymundus Bena, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ngada, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran Pemerintah Kabupaten Ngada di Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi Kabupaten Ngada, Sabtu 22 Agustus 2026. Rapat tersebut digelar dalam rangka memperkuat koordinasi penanganan dampak gempa sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi.

Pertemuan itu menjadi momentum untuk menyatukan langkah antara Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Ngada dalam menangani dampak bencana. Pembahasan meliputi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan, hingga persiapan pemulihan dan pembangunan kembali fasilitas yang terdampak gempa.

Gubernur Melkiades Laka Lena mengatakan, pertemuan langsung dengan pemerintah daerah penting dilakukan meskipun dirinya telah menerima dan mempelajari data penanganan bencana. Menurutnya, kondisi di lapangan perlu dipahami secara utuh melalui sinkronisasi dan analisis bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten.

“Lebih pas kalau saya ketemu langsung, meskipun saya sudah lihat data. Data sudah lengkap, tetapi perlu disinkronisasi dan dianalisis bersama,” ujar Melki.

Dalam rapat tersebut, Gubernur meminta pemerintah daerah memastikan tidak ada masyarakat terdampak yang luput dari jangkauan bantuan. Pemerintah juga diminta segera mengidentifikasi wilayah yang belum dapat dijangkau akibat kondisi medan maupun akses yang terputus.

Melki menegaskan, wilayah yang sudah dapat dijangkau harus memperoleh dukungan secara rutin, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. “Harapan kita setiap tempat bisa diakses secara rutin. Tidak boleh ada yang tidak bisa makan,” tegasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat, Gubernur memastikan dukungan dari Perum Bulog tersedia bagi wilayah terdampak. Pemerintah daerah diminta mengoptimalkan dukungan tersebut agar kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok desil bawah, dapat terpenuhi hingga tiga bulan ke depan.

Selain mengandalkan bantuan pemerintah, Gubernur juga mendorong pemanfaatan kearifan lokal dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang belum memperoleh bantuan. Salah satu pola yang dapat diterapkan adalah masyarakat mengambil kebutuhan pokok terlebih dahulu di toko atau kios setempat, kemudian pembayarannya dilakukan melalui mekanisme yang disiapkan pemerintah.

Menurut Gubernur, pola tersebut telah diterapkan di Kabupaten Nagekeo dan dapat menjadi salah satu alternatif dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak. Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan masyarakat tetap memperoleh bahan pangan meskipun distribusi bantuan pemerintah menghadapi kendala di lapangan.

Gubernur Melki menegaskan, penanganan bencana membutuhkan kerja bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, aparat, dunia usaha, dan masyarakat. Koordinasi yang kuat diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus menjadi landasan bagi proses pemulihan dan pembangunan kembali wilayah terdampak gempa di Kabupaten Ngada.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....