Relawan UNIKA Ruteng Layani 655 Pasien Terdampak Gempa

  • 21 Agt 2026 21:04 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Tim relawan Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng bersama tim medis Caritas melayani sedikitnya 655 pasien di sejumlah wilayah terdampak gempa Flores selama dua hari, Rabu-Kamis, 19–20 Agustus 2026.

Pelayanan kesehatan dilakukan dengan mengerahkan dua tim medis untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan pascabencana.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Posko Tanggap Darurat dan Solidaritas Gempa UNIKA Santu Paulus Ruteng. Relawan dibagi dalam dua tim agar pelayanan dapat menjangkau lebih banyak wilayah secara bersamaan.

Pada hari pertama, Rabu, 19 Agustus 2026, Tim A bergerak ke Robek dan melayani 117 pasien. Sementara Tim B memberikan pelayanan di Desa Nggorang dengan jumlah 118 pasien. Total pelayanan pada hari pertama mencapai 235 pasien.

Pada hari kedua, Kamis, 20 Agustus 2026, jangkauan pelayanan diperluas. Tim A bergerak ke Dusun Gincu, Dusun Ojang, dan Paralando dengan total 243 pasien. Sementara Tim B melayani masyarakat di Dusun Raja Bawang dan Dusun Gongger dengan jumlah 177 pasien.

Dengan demikian, kedua tim melayani 420 pasien pada hari kedua. Jika digabungkan dengan pelayanan hari pertama, jumlah pasien yang memperoleh layanan kesehatan mencapai sedikitnya 655 orang.

Koordinator Posko Tanggap Darurat dan Solidaritas Gempa UNIKA Santu Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic. theol., mengatakan pelayanan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab kemanusiaan perguruan tinggi kepada masyarakat terdampak bencana.

“Kampus tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga menggerakkan sumber daya yang dimiliki untuk membantu masyarakat ketika menghadapi bencana,” tegas Rektor.

Ia mengatakan keterlibatan mahasiswa, dosen, tenaga kesehatan, dan relawan merupakan bagian dari upaya kampus menghadirkan sumber daya yang dimiliki secara langsung bagi masyarakat.

“Dalam situasi bencana seperti ini, kampus tidak boleh berdiri jauh dari masyarakat. Ilmu pengetahuan, tenaga, sumber daya, dan seluruh kekuatan yang kita miliki harus kita hadirkan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak,” jelasnya.

Pelayanan kesehatan juga melibatkan mahasiswa Program Studi Keperawatan UNIKA yang bergabung bersama tim medis Caritas Keuskupan Ruteng.

Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pengabdian sekaligus memberikan pengalaman kepada mereka untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pendidikan dalam situasi kebencanaan.

Pelayanan medis berlanjut pada Jumat, 21 Agustus 2026. Tim B bergerak menuju Dusun Bea Ri’i dan Dusun Kadung dengan membawa persediaan obat-obatan yang tersedia.

Sementara Tim A menunggu tambahan obat-obatan dari UNIKA Santu Paulus Ruteng sebelum bergerak menuju Dusun Bajak.

Rektor UNIKA Santu Paulus Ruteng menegaskan, pelayanan akan terus dikoordinasikan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

“UNIKA Santu Paulus akan terus bergerak bersama masyarakat, pemerintah, Gereja, Caritas, dan semua pihak yang memiliki kepedulian kemanusiaan,” katanya.

Ia berharap semangat solidaritas tersebut dapat membantu masyarakat terdampak gempa dalam proses pemulihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....