Polri Perkuat Penanganan, Kapolri Tinjau Warga Terdampak Gempa NTT
- 18 Agt 2026 22:31 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meninjau lokasi terdampak gempa di Manggarai dan Manggarai Timur, NTT. Kunjungan Selasa 18 Agustus2026 itu dilakukan bersama Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto dan sejumlah pejabat terkait di wilayah tersebut.
Peninjauan menyasar pengungsian untuk memastikan proses pencarian, evakuasi, layanan kesehatan, serta distribusi kebutuhan dasar berjalan sesuai arahan Presiden. Kapolri menyebut seluruh unsur Polri dikerahkan membantu penanganan sejak pencarian korban hingga pemulihan kondisi masyarakat terdampak secara bertahap.
Data sementara mencatat 1.245 orang menjadi korban gempa, dengan 67 meninggal, 509 luka berat, dan 669 luka ringan. Sekitar 27.700 warga masih mengungsi di 107 titik yang tersebar pada tujuh kabupaten terdampak bencana di NTT saat ini.
Sebagian besar lokasi pengungsian sudah dapat dijangkau, meski beberapa wilayah masih menghadapi kendala akses dan jalur distribusi bantuan. Kondisi tersebut membuat aparat bersama unsur terkait terus mencari jalur alternatif untuk mempercepat pengiriman kebutuhan masyarakat terdampak.
Polri membentuk delapan Posko Tanggap Bencana untuk mempercepat pelayanan, koordinasi, pendataan, evakuasi, dan distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak. Posko itu terdiri atas satu posko di Labuan Bajo dan tujuh posko pada Polres di wilayah terdampak bencana tersebut.
Sebanyak 236 personel BKO dikirim ke Polda NTT untuk memperkuat SAR, evakuasi, layanan kesehatan, pencarian K9, dan pengamanan. Personel tersebut juga mendukung trauma healing serta pendistribusian bantuan kepada warga yang membutuhkan selama masa tanggap darurat.
Dari sisi logistik, Polri telah menyalurkan 247,66 ton bantuan kemanusiaan dari Mabes Polri dan Polda jajaran ke wilayah terdampak. Bantuan tersebut mencakup makanan, pakaian, perlengkapan pengungsian, obat-obatan, serta kebutuhan dasar masyarakat lainnya.
Khusus kunjungan tersebut, Polri menyerahkan 3.500 paket bantuan sosial, 500 mainan anak, 39 kasur, dan 10 tandon air. Bantuan lainnya berupa 36 boks obat-obatan yang diangkut menggunakan enam truk menuju Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.
Kapolri memastikan penyaluran bantuan akan terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat berdasarkan evaluasi kondisi lapangan setiap hari. Kebutuhan yang dipantau meliputi tenda, makanan, obat-obatan, pakaian, tempat tidur, genset, MCK, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Evaluasi tersebut diperlukan karena kebutuhan warga di setiap titik pengungsian berbeda dan dapat berubah mengikuti perkembangan situasi. Polri memastikan bantuan tidak hanya dikirim, tetapi diarahkan berdasarkan kebutuhan paling mendesak di lapangan.
Dalam pelayanan kesehatan, warga yang membutuhkan pengobatan maupun penanganan lanjutan akan dibantu menuju fasilitas kesehatan terdekat. Polri juga menyiapkan proses evakuasi dan transportasi bagi pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut secara medis.
Perhatian khusus diberikan kepada masyarakat dengan kebutuhan tertentu, termasuk ibu hamil yang mendekati waktu persalinan. Kapolri memastikan kelompok tersebut memperoleh penanganan serta rujukan medis apabila kondisi membutuhkan pelayanan rumah sakit.
Untuk menjangkau daerah yang sulit ditembus melalui jalur darat, Polri menyiagakan dukungan transportasi udara dan laut. Sarana tersebut digunakan untuk evakuasi, pengiriman bantuan, distribusi logistik, sekaligus pemantauan wilayah yang belum terjangkau secara optimal.
Polri menyiagakan satu kapal, tiga pesawat, dan tiga helikopter untuk mendukung operasi penanganan bencana di NTT. Armada itu terdiri atas Kapal KP Bima 7014 kelas A3, dua AW 169, serta satu Bell-429.
Dukungan udara juga mencakup masing-masing satu pesawat CN, Casa, dan Beechjet untuk kebutuhan operasional penanganan bencana. Penggunaan armada tersebut diharapkan mempercepat mobilisasi personel, evakuasi korban, serta pengiriman logistik ke wilayah sulit dijangkau.
Kapolri mengakui penyaluran bantuan belum seluruhnya berjalan cepat karena sejumlah wilayah masih menghadapi kendala akses. Kondisi geografis dan jalur distribusi menjadi tantangan yang terus diatasi melalui berbagai pilihan moda transportasi.
"Kami memohon maaf apabila masih terdapat bantuan yang belum menjangkau beberapa wilayah dengan cepat karena kendala akses," ujar Kapolri. Ia memastikan berbagai alternatif terus disiapkan agar bantuan segera diterima masyarakat yang membutuhkan di lokasi terdampak.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolri juga menyampaikan duka cita kepada korban meninggal dan masyarakat yang masih menjalani perawatan. Ia mengajak seluruh pihak mendoakan korban serta memberikan dukungan kepada warga yang bertahan di pengungsian.
Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto turut melihat kondisi pengungsian dan kebutuhan masyarakat secara langsung. Ia menilai fasilitas dasar seperti sanitasi, air bersih, dan tempat tinggal sementara masih membutuhkan penguatan segera.
Kondisi pengungsian yang masih berada dalam tahap darurat membuat kebutuhan fasilitas dasar menjadi perhatian utama. Ketersediaan MCK, air bersih, perlengkapan tidur, makanan, dan obat-obatan dinilai penting bagi kenyamanan warga.
Kapolri menegaskan Polri tidak bekerja sendiri dalam menghadapi dampak gempa yang melanda sejumlah wilayah NTT. Koordinasi dengan BNPB, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait terus diperkuat setiap hari.
Sinergi tersebut diarahkan untuk mempercepat pencarian dan pertolongan, evakuasi, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan, serta pemulihan wilayah. Polri juga memastikan aspek keamanan tetap dijaga selama masyarakat menjalani masa tanggap darurat.
Kapolri berharap kondisi segera membaik sehingga seluruh proses penanganan dapat berjalan lancar dan kebutuhan warga terpenuhi. Ia juga berharap masyarakat terdampak dapat segera meninggalkan pengungsian dan kembali menjalankan aktivitas secara bertahap
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....