Polri Tembus Laut Salurkan Bantuan Gempa Sikka

  • 08 Sep 2026 10:37 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Polri menembus keterbatasan akses geografis untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di wilayah kepulauan dan pesisir Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Distribusi dilakukan melalui jalur laut menggunakan kapal patroli Ditpolairud Polda NTT agar bantuan tidak berhenti di daratan.

Pada Minggu, 6 September 2026, KP.P. Sukur 3007 bertolak dari Dermaga Wuring, Maumere, pukul 04.00 Wita membawa bantuan untuk masyarakat pesisir Pulau Babi, Pulau Pangabatang dan nelayan kecil di perairan Sikka. Kapal type C2 milik Ditpolairud Polda NTT itu tiba di pesisir Pulau Babi sekitar pukul 07.00 Wita dan bantuan diserahkan kepada 10 warga terdampak.

Personel Ditpolairud Polda NTT bersama Polres Sikka dan masyarakat setempat turut menurunkan serta membagikan bantuan tersebut. Logistik yang dibawa meliputi minyak goreng, air mineral, susu, mi instan, makanan ringan, popok bayi dan dewasa, teh, selimut serta pakaian anak dan remaja.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Pulau Pangabatang dan tiba sekitar pukul 09.40 Wita untuk kembali mendistribusikan bantuan kepada warga terdampak. Bantuan juga disalurkan kepada nelayan kecil yang sedang beraktivitas di perairan Taka Jurang sebelum kapal kembali ke Pelabuhan Wuring pada pukul 16.30 Wita.

Pada hari yang sama, KP.P. Ndao 3009 juga diberangkatkan dari Pelabuhan Wuring menuju Pulau Palue pukul 08.30 Wita dengan membawa bantuan logistik Polri dan bantuan dari Ibu Kapolri. Kapal tiba sekitar pukul 12.00 Wita dan membawa satu unit genset berkapasitas 3.000 watt serta satu kompor gas untuk mendukung kebutuhan dasar dan operasional personel Polsubsektor Palue.

Distribusi bantuan dilanjutkan ke pesisir Dusun Woja, Desa Lidi, sekitar pukul 13.30 Wita dan kemudian ke pesisir Dusun Nangaliwu di desa yang sama. Personel Ditpolairud Polda NTT dan Satpolairud Polres Sikka menyerahkan bantuan kepada perwakilan masyarakat terdampak sekitar pukul 14.30 Wita.

Penguatan distribusi juga dilakukan dari jalur darat, dengan BPBD Kabupaten Sikka melakukan pendropingan sembako menuju Pulau Palue pada Minggu siang. Pengiriman tersebut mendapat pengamanan personel Polres Sikka berdasarkan Surat Perintah Kapolres Sikka Nomor Sprin/343/VIII/Ops.2.1./2026 tertanggal 31 Agustus 2026.

Sehari kemudian, Senin, 7 September 2026, bantuan kembali masuk melalui Gudang Cosik, Jalan Litbang, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok. Bantuan dari Direktur Penanganan Darurat Wilayah III melalui PT Trans Lintas Selaras itu diangkut menggunakan dua mobil box dan selanjutnya disiapkan untuk masyarakat terdampak gempa.

Logistik yang diterima mencakup 15 toren air berkapasitas 310 liter, 150 dos air mineral, 120 dos bubur bayi, 185 dos mi instan, 219 dos biskuit, 200 dos biskuit malkist, 18 koli tikar dan 20 koli minyak goreng. Selain itu terdapat beras kemasan lima kilogram, pampers, pembalut, terpal, gula pasir, sandal jepit dan selimut yang turut disiapkan untuk kebutuhan warga.

Rangkaian distribusi tersebut menunjukkan bahwa tantangan penanganan pascagempa di Sikka bukan hanya mengumpulkan bantuan, tetapi memastikan logistik mencapai masyarakat yang sulit dijangkau. Bagi warga di wilayah kepulauan, bantuan harus melewati laut dan keterbatasan akses sehingga keterlibatan personel di lapangan menjadi bagian penting dari rantai kemanusiaan.

Kapal patroli yang biasanya menjalankan tugas kepolisian berubah menjadi sarana distribusi bantuan, sementara personel ikut mengangkut hingga menyerahkan logistik kepada warga. Dari Pulau Babi, Pangabatang hingga Palue, pergerakan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat terdampak gempa tetap mendapatkan kebutuhan dasar.

Laut yang memisahkan antarpulau tidak menghentikan distribusi bantuan bagi warga terdampak. Di tengah proses pemulihan pascagempa, kesinambungan logistik menjadi salah satu kunci agar masyarakat tidak menghadapi dampak bencana seorang diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....