Trauma Healing Bantu Anak Pengungsi Gempa Sikka
- 18 Agt 2026 15:34 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Tim Literasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Sikka menggelar trauma healing bagi anak-anak pelajar SD dan SMP di lokasi pengungsian Gelora Samador Maumere, Selasa 18 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan psikososial pemerintah bagi anak-anak yang terdampak gempa bumi tektonik yang mengguncang Kabupaten Sikka dan sejumlah wilayah di Flores.
Kepala Disarpus Kabupaten Sikka, Very Awales, mengatakan anak-anak menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus dalam situasi bencana. Melalui kegiatan literasi yang dikemas secara menyenangkan, pihaknya berupaya membantu anak-anak mengurangi rasa takut dan kecemasan sekaligus kembali menikmati aktivitas bermain dan belajar.
“Anak-anak merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam situasi seperti ini. Melalui kegiatan literasi yang dikemas secara menyenangkan, kami ingin membantu mereka kembali ceria, mengurangi rasa takut dan kecemasan, serta memberikan ruang bagi anak-anak untuk bermain dan belajar bersama,” ujar Very Awales di Posko Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka.
Menurut Very, literasi dalam situasi bencana tidak sebatas membaca dan menulis, tetapi juga dapat menjadi media untuk membangun kembali semangat, kreativitas, kepercayaan diri, dan ketahanan psikologis anak. Pendekatan tersebut dinilai penting agar anak-anak tetap memiliki ruang untuk mengekspresikan diri setelah mengalami situasi yang mengguncang secara emosional.
Kegiatan trauma healing dikemas melalui permainan edukatif, membaca buku cerita, bercerita, bernyanyi, serta berbagai aktivitas kreatif yang disesuaikan dengan usia peserta. Suasana kegiatan dibuat ringan dan interaktif agar anak-anak dapat berkomunikasi dan bermain tanpa merasa terbebani oleh kondisi yang sedang mereka hadapi.
“Dalam kondisi bencana, anak-anak membutuhkan suasana yang membuat mereka merasa aman dan nyaman. Karena itu, kegiatan literasi kami hadirkan dengan pendekatan yang menyenangkan sehingga anak-anak dapat berinteraksi, bermain dan belajar tanpa merasa terbebani,” katanya.
Kegiatan tersebut dipimpin Sekretaris Disarpus Kabupaten Sikka, Yuvensius Rafael, SE, bersama Tim Literasi Disarpus Sikka yang turun langsung ke lokasi pengungsian. Kehadiran tim tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan informal, tetapi juga memperkuat pelayanan psikososial bagi anak-anak terdampak bencana.
Very menegaskan, pemerintah tidak ingin penanganan bencana hanya berfokus pada kebutuhan fisik seperti pangan, tempat tinggal, dan perlengkapan pengungsian. Menurutnya, pemulihan psikologis anak juga perlu mendapat perhatian agar mereka dapat melewati masa sulit pascabencana dan kembali membangun semangat belajar.
“Kami ingin anak-anak tetap tersenyum, tetap membaca, tetap bermain dan tetap memiliki harapan. Bencana boleh membuat kita berhenti sejenak, tetapi tidak boleh mematikan semangat anak-anak untuk terus belajar dan meraih masa depan,” ujar Very.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....