BMKG Perkuat Sinergi Penanganan Pascagempa di Manggarai Barat

  • 18 Agt 2026 11:59 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat dalam menghadapi dampak gempa yang mengguncang Pulau Flores. Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengunjungi Posko Bencana Manggarai Barat di Kantor BPBD setempat, Senin, 17 Agustus 2026.

Pertemuan lintas sektor tersebut digelar di ruang Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana sebagai bagian dari upaya memperkuat penanganan pascagempa. Dalam pertemuan tersebut, Nelly menegaskan komitmen BMKG untuk mendukung tugas BPBD, terutama melalui penyediaan informasi kegempaan dan prakiraan cuaca.

Menurutnya, aktivitas gempa susulan masih tinggi dan telah terjadi lebih dari seribu kali, dengan sejumlah gempa dirasakan langsung masyarakat. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis warga yang masih diliputi kekhawatiran terhadap kemungkinan gempa susulan.

BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan masih berpotensi berlangsung hingga sekitar tiga minggu ke depan. Karena itu, BMKG juga akan memasok informasi prakiraan cuaca untuk ditempatkan di posko bencana. Informasi tersebut dinilai penting untuk membantu pemerintah mengambil keputusan, sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik ke wilayah terdampak, terutama ketika kondisi cuaca menjadi faktor dalam mobilisasi bantuan.

Kepala BPBD Manggarai Barat Oktavianus Andi Bona menyambut baik dukungan BMKG dan menilai kepastian informasi sangat penting untuk menenangkan masyarakat. Ia juga menyoroti beredarnya informasi hoaks yang sempat memicu kepanikan warga. Bahkan, masyarakat dilaporkan berlarian meninggalkan rumah akibat informasi yang tidak benar.

Situasi tersebut dinilai semakin berisiko karena Manggarai Barat merupakan daerah pariwisata yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai negara. Berdasarkan data sementara BPBD Manggarai Barat, gempa telah menyebabkan kerusakan pada 914 rumah yang tersebar di 12 kecamatan, dengan satu korban meninggal dunia dan tujuh orang mengalami luka-luka.

Oktavianus memastikan koordinasi dengan BMKG akan terus diperkuat, termasuk menjadikan rekomendasi BMKG sebagai bagian penting dalam penerbitan keputusan terkait bencana dan tanggap darurat. “Kepastian informasi sangat kami butuhkan dalam pengambilan keputusan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....