Hari Ketiga Pascagempa, Basarnas Pastikan Operasi SAR Maksimal di Manggarai Timur

  • 17 Agt 2026 17:56 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Timur- Hari ketiga pascagempa, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii meninjau Posko Desa Ronting Kecamatan Lamba Leda Utara Manggarai Timur. Peninjauan berlangsung Senin, 17 Agustus 2026, bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, guna memastikan operasi pencarian dan pertolongan tetap optimal.

Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus menempatkan Manggarai Timur sebagai daerah terdampak parah. Berdasarkan koordinasi dengan BPBD hingga pukul 15.00 WITA, tercatat 187 korban, terdiri atas 55 meninggal dunia dan 132 luka-luka.

Syafii mengatakan fokus utama Basarnas kini memastikan pencarian, pertolongan, evakuasi, dan pemantauan berlangsung terpadu di seluruh titik terdampak gempa. Pernyataan itu disampaikan saat ia berdialog dengan warga pengungsi sekaligus mengecek kesiapan petugas di Posko Desa Ronting setempat.

Di hadapan warga, Syafii meminta masyarakat menjauhi bangunan yang berpotensi roboh karena gempa susulan masih mungkin terjadi sewaktu-waktu. Ia juga mengingatkan warga tetap waspada, terutama saat melakukan aktivitas di sekitar rumah, fasilitas umum, dan lokasi pengungsian.

Pesan tersebut menjadi penting karena kondisi pascagempa masih menyisakan risiko keselamatan bagi warga dan petugas lapangan setempat lainnya. Di sisi lain, Basarnas mengajak masyarakat saling membantu agar kebutuhan dasar dan proses penanganan korban dapat berlangsung lebih cepat.

Dari posko pengungsian, rombongan kemudian menuju Posko SAR Manggarai Timur untuk melihat langsung kesiapan operasi SAR hari ketiga. Di lokasi itu, Syafii menegaskan pelayanan pencarian dan pertolongan akan tetap dibuka selama 24 jam bagi masyarakat terdampak.

Pada operasi hari ketiga, Basarnas mengerahkan 119 personel yang disebar di sejumlah wilayah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur. Rinciannya, 11 personel berada di Nagekeo, lima di Ende, 12 di Manggarai Timur, serta 14 dari tim pusat.

Sebanyak 21 personel ditempatkan di Sikka, sembilan di Manggarai Barat, dengan tambahan 23 personel dari tim pusat juga. Sementara itu, 17 personel bertugas di Manggarai, khususnya Reo, bersama kru KN SAR 250 untuk mendukung pencarian langsung.

Dukungan udara juga diperkuat tujuh kru helikopter HR 3604, sementara total kekuatan gabungan mencapai 711 personel lintas unsur. Unsur tersebut meliputi TNI, Polri, BPBD, BMKG, PMI, Kementerian Perhubungan, Pelindo, Pelni, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.

Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR terus melakukan pencarian, pertolongan, evakuasi, dan pemantauan di berbagai titik terdampak gempa. Basarnas memastikan personel dan sarana pendukung tetap siaga, dengan keselamatan masyarakat menjadi prioritas sepanjang operasi berlangsung tanpa jeda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....