Sebanyak 21 Personel Mabes Polri dan 10 K-9 Tiba di Ngada Bantu Korban Gempa

  • 17 Agt 2026 13:53 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ngada - Sebanyak 21 personel Mabes Polri bersama 10 anjing pelacak K-9 tiba di Bandara Turelelo Soa, Ngada, Senin 17 Agustus 2026 pagi. Rombongan menggunakan pesawat CN-295/P-4501 untuk menjalankan misi kemanusiaan dan memperkuat pencarian korban gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur.

Kedatangan tim menjadi bagian penguatan operasi pencarian dan pertolongan bagi masyarakat yang terdampak gempa di sejumlah wilayah Flores. Sepuluh K-9 disiapkan membantu pelacakan, terutama ketika petugas menghadapi medan sulit dan membutuhkan kemampuan pencarian khusus di lapangan.

Rombongan tiba sekitar pukul 08.21 WITA, lalu diterima anggota Polres Ngada yang telah menyiapkan proses penjemputan sejak pagi.

Seluruh personel bersama perlengkapan K-9 kemudian diarahkan menuju kendaraan untuk melanjutkan perjalanan ke Manggarai Timur pada pagi hari.

Pergerakan menuju Manggarai Timur dilakukan sekitar pukul 09.10 WITA setelah seluruh kebutuhan operasional tim dinyatakan siap untuk diberangkatkan. Wilayah tujuan menjadi sasaran misi lanjutan, dengan personel disiapkan mendukung pencarian dan pertolongan bersama unsur terkait di lapangan.

Plh. Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Sajimin menyebut pengerahan personel merupakan bentuk kehadiran negara saat masyarakat menghadapi bencana. Menurutnya, tugas kepolisian dalam kondisi darurat tidak berhenti pada keamanan, tetapi mencakup pencarian dan pelayanan kemanusiaan bagi warga.

Sajimin menegaskan sinergi Mabes Polri, Polda NTT, serta jajaran kewilayahan diperlukan agar penanganan berlangsung cepat dan terkoordinasi di lapangan. Koordinasi tersebut mencakup pembagian tugas, dukungan logistik, keselamatan personel, serta penyesuaian strategi berdasarkan kondisi lokasi terdampak di lapangan.

Tim tersebut diperkuat sejumlah pawang K-9, personel pendukung, dokter hewan, serta paramedik untuk menjaga kesiapan satwa selama operasi. Sepuluh K-9 yang dibawa meliputi Dasa, Ary, Walet, Sita, Qiara, Rubin, Gejlon, Gizi, Gira, dan Konny dalam misi tersebut.

Untuk menunjang operasi, tim membawa empat boks perlengkapan pers dan K-9, pakan, serta kebutuhan pendukung lainnya selama bertugas. Tim juga membawa 10 kennel box K-9 dan tiga tas WONTECH untuk mendukung mobilitas serta kebutuhan operasional di lapangan.

Pesawat CN-295/P-4501 yang mengangkut rombongan diawaki tujuh personel penerbangan selama perjalanan menuju Ngada dari pangkalan keberangkatan pada pagi hari.

Setibanya di bandara, anggota Polres Ngada dipimpin Kabagops AKP Markus F. S. Wangge langsung menerima rombongan untuk melanjutkan perjalanan.

Menurut Sajimin, pengerahan kekuatan khusus itu diarahkan agar kemampuan pencarian dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan medan terdampak dan kondisi. Keselamatan personel dan satwa tetap menjadi perhatian, terutama saat operasi berlangsung pada area dengan risiko lanjutan di lapangan.

Keberadaan K-9 memberi dukungan pencarian melalui kemampuan mendeteksi jejak manusia yang sulit ditemukan secara visual oleh petugas lapangan. Pemanfaatan satwa pelacak juga memungkinkan tim memperluas pencarian ketika akses menuju lokasi tertentu terbatas oleh kondisi bencana di lapangan.

Misi ini melibatkan kerja bersama antara Mabes Polri, Polda NTT, Polres Ngada, serta unsur terkait lainnya di wilayah. Kolaborasi diperlukan agar informasi lapangan, kebutuhan warga, dan kemampuan pencarian dapat segera disatukan dalam satu operasi terkoordinasi dengan baik.

Setelah penjemputan, rombongan bergerak meninggalkan Ngada menuju Manggarai Timur untuk melanjutkan tugas kemanusiaan sesuai kebutuhan lapangan yang telah ditetapkan.

Perjalanan tersebut menjadi tahap berikutnya sebelum tim bekerja bersama petugas setempat di wilayah yang terdampak gempa Flores Timur.

Polri berharap dukungan personel, K-9, dan peralatan khusus dapat mempercepat pencarian sekaligus membantu warga menghadapi dampak bencana di wilayah terdampak. Operasi kemanusiaan akan terus mengedepankan kecepatan, ketepatan, koordinasi, dan keselamatan selama seluruh tahapan penanganan berlangsung di lapangan secara terpadu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....