Polres Ngada Sembuhkan Luka, Pulihkan Senyum Pengungsi Gempa Riung
- 31 Agt 2026 11:32 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ngada - Di tengah keterbatasan kehidupan di pengungsian, perhatian terhadap kesehatan fisik dan psikologis masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascagempa bumi. Di Posko Pengungsian Gereja St. Petrus dan St. Paulus Bekek, Kampung Bekek, Desa Tadho Tengah, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, kehadiran personel Polres Ngada menghadirkan suasana berbeda bagi warga dan anak-anak pengungsi.
Polres Ngada melalui PS. Kasi Dokkes AIPDA Heribertus A.B. Tena, S.Tr.AK., M.Si., bersama BA Min Sie Humas BRIPDA Arvand Jevito Kitu, Pada Jumat, 28 Agustus 2026 memberikan pelayanan kesehatan sekaligus trauma healing kepada warga dan anak-anak di posko tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian Polri dalam membantu masyarakat menghadapi dampak gempa, sekaligus mendukung proses pemulihan selama masa pengungsian.
Pelayanan kesehatan dilakukan dengan memeriksa kondisi warga, mengukur tekanan darah, serta memberikan obat-obatan sesuai kebutuhan. Kehadiran tenaga kesehatan di lokasi pengungsian dinilai penting karena warga harus menjalani aktivitas sehari-hari dalam kondisi yang jauh berbeda dari kehidupan sebelum bencana.
Di sisi lain, anak-anak mendapat perhatian melalui kegiatan trauma healing yang dikemas secara sederhana dan menyenangkan. Mereka diberikan makanan ringan serta diajak mengikuti aktivitas hiburan yang edukatif untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman dan membantu mengurangi rasa takut setelah mengalami bencana.
Perlahan, suasana posko yang sebelumnya dipenuhi kekhawatiran berubah menjadi lebih hangat. Tawa dan keceriaan anak-anak terdengar ketika mereka berinteraksi bersama personel Polri, menjadi gambaran kecil bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga tentang mengembalikan rasa aman dan semangat masyarakat.
Kapolda NTT melalui Kapolres Ngada AKBP Dr. Gede Harimbawa, S.E., S.H., M.H., M.I.Kom., menegaskan bahwa perhatian terhadap korban bencana harus mencakup aspek fisik dan psikologis. “Masyarakat terdampak bencana membutuhkan lebih dari sekadar bantuan, tetapi juga rasa aman, perhatian, dan keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi situasi ini seorang diri", ujarnya.
Menurut Kapolres, kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak, perlu mendapatkan perhatian karena dampak trauma tidak selalu terlihat secara langsung. Pendekatan humanis melalui interaksi, hiburan dan pendampingan diharapkan dapat membantu anak-anak kembali merasa nyaman serta perlahan membangun keberanian untuk menjalani aktivitas mereka.
“Kami ingin menghadirkan rasa nyaman di tengah masyarakat, karena ketika anak-anak kembali tersenyum dan warga merasa diperhatikan, itu merupakan bagian dari langkah awal menuju pemulihan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa tugas kemanusiaan Polri tidak berhenti pada penanganan kondisi darurat dan penyaluran bantuan. Pendampingan kesehatan serta dukungan psikologis menjadi bagian dari upaya membangun kembali kekuatan masyarakat setelah menghadapi bencana.
| Baca juga: Peduli, Polres Ngada Salurkan Ransum Polri |
Bagi warga yang masih bertahan di pengungsian, kehadiran personel Polres Ngada menjadi pengingat bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit ini seorang diri. Dukungan yang diberikan, meski sederhana, dapat menjadi sumber semangat bagi masyarakat untuk perlahan bangkit dan kembali menata kehidupan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana ceria dan penuh kebersamaan serta berjalan aman, lancar dan kondusif. Senyum anak-anak yang kembali merekah menjadi pesan sederhana bahwa di tengah luka akibat bencana, harapan selalu dapat tumbuh ketika masyarakat mendapat perhatian dan pendampingan.
Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk merawat harapan, memulihkan semangat dan berjalan bersama masyarakat hingga masa pemulihan benar-benar terlewati.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....