Basarnas Maumere Bantah Voice Note Imbauan Gempa Susulan
- 17 Agt 2026 11:56 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende– Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere membantah informasi dalam sebuah voice note yang beredar di masyarakat dan mengatasnamakan personel Basarnas. Rekaman tersebut menyebut adanya imbauan kepada masyarakat di Mbay Kabupaten Nagekeo untuk menyelamatkan diri karena akan terjadi gempa susulan.
Kepala Urusan Umum (Kaur Umum) Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Maumere, Suryaman, S.Si.T., menegaskan informasi dalam voice note tersebut tidak benar atau hoaks.
Hal tersebut disampaikan Suryaman, S.Si.T. kepada RRI melalui WhatsApp, Senin 17 Agustus siang. Ia memastikan personel Basarnas Maumere memang berada di wilayah Mbay untuk melaksanakan tugas penanganan bencana. Namun, tidak ada personel Basarnas yang mengeluarkan pernyataan seperti yang disampaikan dalam rekaman suara tersebut.
“Itu tidak benar, Kak, hoaks. Personel kami benar ada di Mbay, tetapi tidak ada yang mengeluarkan statement seperti itu,” kata Suryaman.
Suryaman meminta masyarakat tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum diketahui sumber dan kebenarannya, terutama dalam situasi pascagempa yang masih membutuhkan ketenangan dan kewaspadaan.
Menurutnya, kondisi bencana dapat dimanfaatkan pihak tertentu untuk menyebarkan informasi yang berpotensi menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
“Situasi begini orang ambil kesempatan,” ujarnya.
Terkait informasi mengenai kemungkinan terjadinya gempa susulan, Suryaman menegaskan masyarakat sebaiknya menunggu informasi dari lembaga yang berwenang, khususnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Kalau mengenai gempa susulan pasti ada edaran resmi dari BMKG, kak,” katanya.
Masyarakat Diminta Waspadai Bangunan Rusak
Gempa susulan merupakan aktivitas yang dapat terjadi setelah gempa utama. Meski demikian, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap bangunan yang telah mengalami kerusakan akibat gempa sebelumnya.
Guncangan susulan dapat menambah kerusakan pada bangunan yang struktur maupun fondasinya sudah mengalami retakan atau pelemahan.
Karena itu, masyarakat terdampak gempa diimbau tidak panik dan tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. Warga juga perlu menghindari bangunan yang rusak atau retak dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Informasi mengenai perkembangan aktivitas gempa dan potensi gempa susulan hendaknya diperoleh melalui kanal resmi BMKG maupun instansi pemerintah terkait.
Basarnas Maumere juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta tidak menyebarkan voice note maupun pesan berantai yang belum dipastikan kebenarannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....