Pascagempa, Kemenag Manggarai Barat Data Kerusakan Rumah Ibadah dan Madrasah

  • 16 Agt 2026 21:16 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat bergerak cepat melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah ibadah lintas agama serta madrasah pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Sabtu, 15 Agustus 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat sekaligus mempercepat penyampaian laporan kepada Kanwil Kemenag NTT dan Kementerian Agama RI.

Kepala Kemenag Manggarai Barat, Fransiskus Xaverius Adi, turun langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak, di antaranya Pura Agung Giri Segara Labuan Bajo, MTsN 2 Manggarai Barat, Masjid Darul Ilmi di lingkungan MTsN 2 Manggarai Barat, serta rumah ASN Kemenag. Berdasarkan pendataan sementara, kerusakan rumah ibadah ditemukan di sejumlah wilayah, termasuk gereja dan stasi di Ndoso, Kuwus, Sanonggoang, Mbeliling, Komodo dan Boleng, serta beberapa masjid di sejumlah kecamatan.

Dampak gempa juga dirasakan pada fasilitas pendidikan madrasah. Di MTsN 2 Manggarai Barat, kerusakan dilaporkan terjadi pada plafon teras ruang kelas lantai dua gedung SBSN, ruang kelas, ruang guru, ruang UKS, serta jaringan dan instalasi kelistrikan. Sementara MIN 1 Manggarai Barat mengalami kerusakan pada bagian list plafon dan MIS Al-Hidayah Pulau Kukusan mengalami kerusakan ruang kelas sehingga sementara tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Fransiskus mengatakan pendataan dan verifikasi masih terus dilakukan karena sejumlah wilayah belum dapat dikonfirmasi secara optimal akibat kendala komunikasi. “Prioritas kami adalah memastikan keselamatan umat, murid, guru, dan ASN, sekaligus menghimpun data kerusakan secara akurat untuk dilaporkan secara berjenjang,” ujarnya. Ia juga menyampaikan keprihatinan kepada seluruh masyarakat dan pengelola fasilitas keagamaan serta pendidikan yang terdampak gempa.

Kemenag Manggarai Barat mengimbau masyarakat tetap tenang dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau berpotensi tidak stabil. Warga juga diminta mengikuti arahan petugas serta informasi resmi pemerintah dan otoritas terkait. Pendataan akan terus diperbarui sebagai dasar penanganan dan pemulihan fasilitas keagamaan maupun pendidikan yang terdampak bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....