Polwan Manggarai Timur Dampingi Anak Korban Gempa di Tenda Pengungsi
- 16 Agt 2026 16:26 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Timur - Polwan Polres Manggarai Timur mendampingi anak-anak terdampak gempa bumi melalui trauma healing di lokasi pengungsian Lamba Leda Utara. Kegiatan humanis tersebut berlangsung Minggu, 16 Agustus 2026, dengan menyambangi tenda darurat para warga terdampak gempa bumi setempat.
Para Polwan mengajak anak-anak bermain, bernyanyi, bercanda, serta berbincang untuk mengalihkan ketakutan selama berada di pengungsian pascagempa. Interaksi sederhana itu membuat suasana tenda yang semula dipenuhi kecemasan perlahan berubah menjadi lebih ceria dan terasa hangat.
Senyum dan tawa anak-anak terdengar ketika para Polwan mengajak mereka berbicara, bermain, serta menyampaikan pesan agar tetap berani. Pendekatan tersebut dilakukan untuk membantu mengurangi rasa takut, kecemasan, dan tekanan psikologis yang muncul setelah bencana gempa bumi.
Dalam kondisi pengungsian, kehadiran Polwan diarahkan untuk membangun rasa aman sehingga anak-anak dapat kembali beraktivitas secara wajar bersama. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa penanganan pascabencana tidak berhenti pada evakuasi, pengamanan, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
Aspek pemulihan psikologis anak juga menjadi perhatian karena pengalaman gempa dapat meninggalkan ketakutan yang sulit mereka ungkapkan sendiri. Polwan menggunakan pendekatan ramah dan penuh perhatian agar anak-anak memiliki ruang untuk bercerita tanpa merasa tertekan di pengungsian.
Pendampingan tersebut juga memberi kesempatan kepada orang tua melihat anak-anak kembali berinteraksi setelah mengalami situasi menegangkan akibat gempa.
Kegiatan trauma healing menjadi bagian dari upaya Polres Manggarai Timur mendampingi warga selama masa tanggap bencana berlangsung di lapangan.
Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto menyampaikan kehadiran personel diarahkan untuk memberi pelayanan sekaligus dukungan kepada masyarakat terdampak bencana.
Menurutnya, dukungan kepada korban bencana perlu mencakup aspek keamanan, sosial, dan psikologis agar proses pemulihan berjalan bersama berkelanjutan.
"Di tengah tenda pengungsian, aktivitas sederhana itu menjadi cara Polwan membangun kembali keberanian anak-anak menghadapi keadaan yang berubah.
Bagi anak-anak, permainan dan nyanyian menjadi jeda dari suasana pengungsian yang masih dipenuhi ketidakpastian setelah gempa terjadi kemarin." ucap AKBP Haryanto.
Polres Manggarai Timur menyatakan akan terus hadir bersama warga terdampak selama kebutuhan penanganan bencana masih berlangsung di lapangan.
Kehadiran Polwan diharapkan menjaga ruang aman bagi anak sekaligus membantu keluarga melewati fase pemulihan pascagempa dengan lebih tenang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....