TBM Poco Ndeki Hidupkan Minat Baca Anak di tengah Arus Digital
- 04 Sep 2026 12:58 WIB
- Ende
Poin Utama
- Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Poco Ndeki Cakrawala Borong di Manggarai Timur aktif mendorong peningkatan minat baca anak di era perkembangan teknologi digital yang pesat.
- Founder TBM Poco Ndeki Cakrawala Borong, Marselinus Minggus, menekankan bahwa kehadiran taman bacaan tidak sekadar menyediakan buku tetapi juga menciptakan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.
- Teknologi digital tidak harus dipandang sebagai ancaman terhadap budaya membaca, melainkan dapat dimanfaatkan sebagai alat pendukung pembelajaran jika digunakan dengan bijak.
RRI.CO.ID, Manggarai Timur – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Poco Ndeki Cakrawala Borong terus mendorong tumbuhnya kembali minat baca anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Founder TBM Poco Ndeki Cakrawala Borong, Marselinus Minggus, saat diwawancara RRI,jumat, 4 September 2026,mengatakan keberadaan taman bacaan tidak hanya bertujuan menyediakan buku, tetapi juga menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.
Menurut Marselinus, perkembangan teknologi digital tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi budaya membaca. Sebaliknya, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran apabila digunakan secara bijak.
Ia menilai tantangan saat ini adalah bagaimana membuat aktivitas membaca menjadi sesuatu yang menyenangkan dan dekat dengan dunia anak. Pendekatan tersebut dilakukan dengan menyediakan berbagai jenis bacaan yang sesuai dengan usia dan minat anak, sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk belajar, berdiskusi, berkreasi, dan mengembangkan kemampuan berpikir.
“Minat baca anak sebenarnya tidak hilang. Minat itu perlu dipantik kembali dengan menghadirkan bacaan dan suasana belajar yang sesuai dengan dunia mereka,” ujar Marselinus.
Ia menjelaskan, TBM Poco Ndeki juga berupaya menjadikan buku dan teknologi sebagai dua sarana yang dapat berjalan berdampingan. Keduanya dimanfaatkan untuk memperluas akses belajar sekaligus mendorong anak-anak agar semakin dekat dengan literasi.
Anak-anak tidak hanya diarahkan untuk membaca buku, tetapi juga diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi untuk mencari informasi, belajar, dan menghasilkan karya positif. Literasi digital, kata dia, menjadi penting agar anak-anak tidak hanya mampu menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memilah informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh informasi palsu.
“Teknologi jangan hanya digunakan untuk hiburan. Anak-anak perlu diarahkan agar gawai juga menjadi sarana belajar, berkarya, dan mendapatkan informasi yang bermanfaat,” katanya.
Marselinus menambahkan, ruang literasi seperti TBM memiliki peran penting sebagai pelengkap pendidikan formal. Kehadirannya dapat menjadi ruang alternatif bagi anak-anak untuk belajar, membaca, dan mengembangkan pengetahuan di luar lingkungan sekolah.
"Anak-anak membutuhkan ruang alternatif di luar sekolah untuk membaca, bertanya, berdiskusi, dan mengeksplorasi berbagai pengetahuan. Lingkungan belajar yang nyaman dapat membantu membangun kebiasaan membaca secara perlahan," ucapnya.
Ia juga mengungkapkan, anak tidak harus langsung dipaksa membaca buku pelajaran, tetapi dapat dimulai dari buku cerita, dongeng, majalah anak, cerita rakyat, maupun bacaan yang sesuai dengan ketertarikan mereka. TBM Poco Ndeki Cakrawala Borong sendiri telah menjadi salah satu ruang literasi masyarakat di Manggarai Timur.
Marselinus berharap gerakan literasi tidak hanya bertumpu pada komunitas atau taman bacaan. Keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat perlu mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang mendorong anak gemar membaca dan belajar.
“Kalau kita ingin membangun generasi yang kritis, kreatif, dan berkarakter, maka budaya membaca harus dibangun sejak dini dan dilakukan secara bersama-sama. Anak-anak tidak hanya membutuhkan kemampuan membaca teks, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, menyaring, dan menggunakan informasi secara bertanggung jawab di era digital saat ini," ujarnya.
Ke depan, pihaknya berharap TBM tidak sekadar menjadi tempat menyimpan dan membaca buku. Namun, TBM diharapkan berkembang menjadi ruang tumbuh bagi anak untuk belajar, berkreasi, berdiskusi, sekaligus membangun karakter.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....