Posko Bencana Manggarai Timur di Mapolres, 19 Tewas dan 8 Orang Luka usai Gempa M7,7

  • 16 Agt 2026 07:32 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Timur - Posko Bencana Alam Kabupaten Manggarai Timur dipusatkan di Mako Polres Manggarai Timur untuk mempercepat penanganan pascagempa. Langkah itu ditempuh setelah gempa Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu 15 Agustus 2026 pagi dan menimbulkan korban jiwa cukup banyak.

Gempa terjadi sekitar pukul 04.58 WITA dan dirasakan kuat oleh masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Manggarai Timur setempat. Data sementara yang diperbarui hingga pukul 22.26 WITA mencatat 19 warga meninggal dunia dan delapan orang mengalami luka-luka.

Ke-19 korban tersebut tersebar di enam kecamatan, yaitu Kota Komba, Lamba Leda Utara, Lamba Leda, Lamba Leda Selatan, Sambi Rampas, dan Elar. Delapan korban luka tercatat di Kecamatan Sambi Rampas dan kini mendapat penanganan petugas bersama unsur terkait di lapangan.

Gempa juga merusak rumah warga, tempat ibadah, fasilitas umum, bangunan pemerintahan, serta sejumlah infrastruktur di wilayah terdampak lainnya. Pendataan dan verifikasi tingkat kerusakan masih berlangsung untuk memastikan kebutuhan penanganan setiap lokasi terdampak dapat dipetakan secara tepat.

Penetapan posko utama di Mako Polres Manggarai Timur diputuskan melalui rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah setempat kemarin. Forum tersebut menyepakati satu pusat koordinasi agar informasi korban, kerusakan, dan kebutuhan bantuan dapat dihimpun secara cepat.

Posko utama berfungsi memantau situasi, menerima laporan, mendata korban, serta mengoordinasikan penanganan di seluruh wilayah terdampak secara terpadu. Dengan fungsi tersebut, petugas dapat menyatukan perkembangan informasi lapangan sebelum menentukan langkah penanganan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Di Kecamatan Sambi Rampas, pemerintah kecamatan bersama Forkopimcam membentuk posko bersama di SMK Muhammadiyah Manggarai Timur sebagai pusat. Posko tersebut disiapkan untuk mendekatkan layanan informasi dan koordinasi penanganan kepada warga yang berada di wilayah terdampak langsung.

Keberadaan dua posko memungkinkan kepolisian, pemerintah, TNI, BPBD, tenaga kesehatan, dan unsur terkait berbagi informasi lebih cepat bersama. Koordinasi lintas sektor itu diperlukan untuk menghindari keterlambatan penanganan ketika laporan kerusakan dan kebutuhan warga terus bertambah di lapangan.

Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang belum terverifikasi di lapangan. "Keselamatan warga menjadi prioritas sambil memastikan pemantauan, pendataan, dan penanganan terus dilakukan bersama seluruh unsur terkait." ujarnya.

Menurut Haryanto, masyarakat perlu mengikuti arahan petugas karena kondisi lapangan masih berubah dan pendataan belum sepenuhnya selesai hingga kini. Imbauan itu disampaikan untuk menekan risiko warga terpapar informasi keliru saat proses tanggap darurat masih berlangsung di wilayah.

Petugas juga mengingatkan warga mewaspadai gempa susulan dan menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan utama tersebut. Warga juga diminta berhati-hati ketika melintasi jalur yang rawan longsor, terutama setelah kondisi tanah terganggu akibat gempa tersebut.

Laporan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam pemutakhiran data korban dan kerusakan yang sedang dikerjakan petugas di lapangan. Warga yang membutuhkan bantuan diminta segera menyampaikan laporan kepada petugas atau mendatangi posko bencana terdekat di wilayahnya masing-masing.

Polres Manggarai Timur bersama unsur terkait masih memantau perkembangan situasi dan memastikan penanganan berlangsung secara terpadu di lapangan. Prioritas penanganan diarahkan pada keselamatan warga, pendataan korban, pemeriksaan kerusakan, dan pemenuhan kebutuhan mendesak selama masa tanggap darurat.

Situasi pascagempa masih dipantau untuk mengantisipasi perkembangan baru, termasuk kemungkinan gempa susulan dan dampak lanjutan di lapangan setempat. Pemerintah dan aparat mengajak masyarakat menjaga ketenangan, saling membantu, serta melaporkan kebutuhan mendesak selama proses penanganan berlangsung bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....