Flotim Perkuat Layanan Kesehatan Hadapi Bencana dan Perubahan Iklim
- 04 Sep 2026 13:26 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flores Timur – Pemerintah Kabupaten Flores Timur memperkuat ketahanan layanan kesehatan ibu dan anak agar tetap berjalan saat terjadi bencana dan perubahan iklim. Penguatan tersebut dilakukan melalui Project Mentari Adaptif dan Ketahanan Layanan Kebidanan di NTT dalam Menghadapi Bencana dan Perubahan Iklim yang resmi dimulai di Flores Timur, Senin 31 Agustus 2026.
Project Mentari difokuskan pada penguatan layanan kesehatan reproduksi, maternal, dan neonatal, termasuk peningkatan kapasitas bidan serta fasilitas pelayanan kesehatan. Program ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan pelayanan ketika bencana mengganggu akses masyarakat maupun fasilitas kesehatan.
Bupati Flores Timur, Ir. Anton Doni Dihen, mengatakan kebutuhan terhadap sistem layanan kesehatan yang tangguh semakin penting karena Flores Timur memiliki risiko bencana yang cukup tinggi. Selain gempa bumi yang baru terjadi di wilayah Flores, masyarakat juga masih menghadapi ancaman erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Anton Doni mengatakan kondisi geografis Flores Timur menjadi salah satu tantangan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ketika bencana terjadi, tenaga kesehatan harus mampu beradaptasi dan tetap memberikan pelayanan meskipun kondisi di lapangan berubah.
Karena itu, Anton Doni menyambut baik pelaksanaan Project Mentari di Flores Timur. Menurutnya, program tersebut dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan bidan dalam memberikan pelayanan sebelum maupun ketika bencana terjadi.
Ketua AIPKIN, Dra. Jumiarni Ilyas, M.Kes, mengatakan kesiapsiagaan tenaga kesehatan perlu dibangun sebelum bencana terjadi. Bidan, kata dia, memiliki posisi penting karena berhadapan langsung dengan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, dan bayi baru lahir, termasuk di wilayah yang aksesnya terbatas.
Menurut Jumiarni, peran bidan dalam menghadapi bencana mencakup tiga tahapan, yakni pra-bencana, saat tanggap darurat, dan pascabencana. Setiap tahapan membutuhkan kesiapan agar pelayanan kesehatan ibu dan anak tidak terhenti ketika terjadi situasi krisis.
Sementara itu, Acting Counsellor for Governance and Human Development Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Elena Martin Avila, menyatakan dukungan Pemerintah Australia terhadap pelaksanaan Project Mentari. Dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi untuk memperkuat sistem kesehatan yang mampu beradaptasi terhadap bencana dan perubahan iklim.
Elena menilai gempa bumi yang baru terjadi di wilayah Flores menjadi pengingat pentingnya kesiapan sistem kesehatan menghadapi situasi darurat. Menurutnya, pelayanan kesehatan reproduksi, maternal, dan neonatal perlu tetap tersedia ketika masyarakat menghadapi krisis.
Kolaborasi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, mitra pembangunan, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan di Flores Timur. Penguatan tersebut terutama diarahkan agar ibu dan bayi tetap mendapatkan pelayanan meskipun bencana berdampak pada akses maupun infrastruktur kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....