Kapolres Manggarai Timur Tembus Jalur Longsor, Cek Pengungsi Gempa
- 15 Agt 2026 21:39 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Timur - Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto bergerak menuju Dampek, Lambaleda Utara, Sabtu 15 Agustus 2026 untuk memastikan kondisi warga terdampak gempa langsung. Perjalanan itu dilakukan setelah gempa mengguncang wilayah Flores pada Sabtu pagi dan memicu pengungsian warga di sejumlah titik.
Haryanto menyebut sekitar 900 hingga 1.000 warga kini mengungsi di beberapa lokasi wilayah Lambaleda akibat guncangan tersebut pagi. Data sementara itu diperoleh dari laporan lapangan ketika personel kepolisian bergerak memantau kondisi masyarakat setelah bencana terjadi pagi.
Menurut Haryanto, titik pengungsian tersebar sehingga petugas perlu menjangkau langsung warga untuk mengetahui kebutuhan paling mendesak saat ini. Namun, perjalanan menuju Dampek tidak berlangsung lancar karena jalan tertutup material longsor dan batu berukuran besar sepenuhnya saat ini.
Material longsor dan batu besar membuat akses menuju wilayah terdampak belum dapat dilalui secara normal oleh kendaraan petugas. Kondisi tersebut memaksa petugas mengubah pola perjalanan sambil menunggu pembukaan jalur yang aman menuju lokasi pengungsian warga setempat.
"Polres Manggarai Timur berkoordinasi dengan Polres Manggarai untuk mendatangkan alat berat ke jalur yang tertutup material longsor. Langkah itu ditempuh agar akses segera terbuka sehingga petugas dapat melanjutkan perjalanan menuju Dampek dan Lambaleda secepatnya kembali." ujar AKBP Haryanto.
Pembukaan jalan menjadi prioritas karena keterlambatan akses berpotensi menghambat pemeriksaan warga serta distribusi bantuan pascagempa di lapangan secara langsung. Jalur yang terbuka juga memudahkan mobilisasi personel apabila masyarakat membutuhkan pertolongan atau bantuan dalam kondisi darurat di lapangan.
Kapolres menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama selama penanganan berlangsung di wilayah terdampak gempa hingga akses kembali normal. Petugas juga terus memantau perkembangan situasi untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan selama proses evakuasi dan penanganan berlangsung di lapangan.
Pergerakan menuju Dampek menunjukkan respons cepat kepolisian menghadapi dampak gempa yang diperberat gangguan akses akibat longsor di lapangan. Kondisi medan menjadi tantangan tersendiri karena material batu menutup ruas jalan yang menghubungkan kawasan terdampak dengan pengungsian warga.
Pemeriksaan langsung diperlukan untuk memastikan jumlah pengungsi, kondisi tempat berlindung, serta kebutuhan dasar warga terdampak gempa secara akurat. Informasi tersebut menjadi dasar bagi petugas dalam menentukan langkah penanganan berikutnya sesuai kondisi lapangan yang ditemukan saat pemeriksaan.
Selain membuka akses, personel kepolisian diarahkan memastikan warga terdampak tetap memperoleh perhatian selama masa tanggap darurat di wilayah. Kehadiran petugas di lokasi diharapkan mempercepat koordinasi antara masyarakat, aparat, dan pihak terkait dalam penanganan bencana secara terpadu.
Sementara itu, alat berat dibutuhkan untuk menyingkirkan material yang menghambat kendaraan menuju titik pengungsian warga di wilayah tersebut. Pembukaan jalur juga penting untuk memperlancar pengiriman bantuan dan pergerakan petugas apabila situasi membutuhkan penanganan lanjutan segera di lapangan.
Kepolisian masih mengandalkan laporan lapangan untuk memperbarui data pengungsi dan memetakan kebutuhan warga terdampak secara berkala selama darurat. Pembaruan data diperlukan agar bantuan dapat diarahkan berdasarkan kondisi nyata di setiap titik pengungsian wilayah Lambaleda yang terpantau.
Haryanto memastikan personel terus bergerak setelah akses memungkinkan, dengan fokus utama pada keselamatan warga terdampak di lokasi bencana. Respons cepat tersebut diharapkan mempercepat penjangkauan pengungsi sekaligus mendukung penanganan pascagempa di wilayah Lambaleda Kabupaten Manggarai Timur NTT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....