Gempa Manggarai: 51 Meninggal, Puluhan Ribu Fasilitas Rusak
- 02 Sep 2026 12:55 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Kepolisian Resor (Polres) Manggarai terus memperbarui data dampak gempa bumi sekaligus memperkuat penanganan masyarakat terdampak di wilayah Kabupaten Manggarai. Hingga Selasa, 1 September 2026 pukul 12.00 Wita, tercatat 51 orang meninggal dunia, sementara ratusan warga masih mendapatkan penanganan medis. Data tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Manggarai memastikan penanganan tanggap darurat berjalan transparan, akurat, terukur, dan tepat sasaran.
Dari 51 korban meninggal dunia, sebanyak 25 orang meninggal akibat tertimpa bangunan, tujuh orang mengalami syok akibat gempa susulan, tiga orang karena cedera, tiga orang masih dalam proses verifikasi medis, serta 13 orang akibat komplikasi kondisi medis dasar dan penyakit bawaan. Sementara itu, korban luka berat kategori merah mencapai 58 orang, dengan 57 orang telah pulih dan satu masih menjalani perawatan intensif.
Untuk korban luka ringan kategori hijau, tercatat 561 orang, terdiri dari 431 orang telah sembuh dan 130 orang masih menjalani rawat jalan. Gempa juga meninggalkan kerusakan besar pada berbagai fasilitas masyarakat. Polres Manggarai mencatat 23.529 fasilitas terdampak, terdiri dari 22.756 rumah warga, 362 fasilitas pendidikan, 240 fasilitas kesehatan, 85 tempat ibadah, 64 fasilitas pemerintah, 13 fasilitas adat, dan sembilan fasilitas umum.
Di tengah besarnya dampak tersebut, Polres Manggarai bersama BPBD melakukan rekonsiliasi data pengungsian. Pendataan lapangan Polres mencatat 10 posko terpusat dengan 7.292 jiwa serta 11.735 posko mandiri dengan 134.531 jiwa, sementara data BPBD mencatat 188 posko dengan 51.885 jiwa. Perbedaan tersebut kini disandingkan untuk memperoleh data yang lebih valid sebagai dasar penyaluran bantuan.
Status tanggap darurat Kabupaten Manggarai juga diperpanjang hingga 14 September 2026 berdasarkan SK Bupati Manggarai Nomor 323 Tahun 2026. Sebanyak 274 personel gabungan dikerahkan untuk mendukung pengamanan, pelayanan masyarakat, evakuasi, distribusi bantuan, serta kegiatan kemanusiaan lainnya.
Kekuatan tersebut terdiri dari 160 personel Polres Manggarai dan 114 personel BKO dari Brimob Polda NTT, Korps Brimob Polri, Brimob Polda Jawa Timur, Ditpolair, Biddokkes, dan Satgas Deteksi. Sinergi juga terus dilakukan bersama pemerintah daerah, BPBD, tenaga kesehatan, relawan, dan berbagai unsur terkait.
Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah melalui Kasi Humas Kompol Gusti Putu Saba Nugraha menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja bersama membantu masyarakat terdampak. Polres Manggarai mengimbau warga tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan, menghadapi kendala di posko, atau berada dalam kondisi darurat diminta segera melapor kepada petugas terdekat. Polres Manggarai memastikan pendataan, koordinasi, dan pelayanan kemanusiaan akan terus diperkuat agar bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....