YMTM Salurkan Bantuan untuk 521 Keluarga Terdampak Gempa

  • 04 Sep 2026 14:33 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Nagekeo – Yayasan Mitra Tani Mandiri (YMTM) menyalurkan bantuan tanggap darurat tahap kedua bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur pada Jumad, 4 September 2026. Bantuan tersebut menyasar 521 keluarga di tiga desa, yakni Desa Bidoa, Ulupulu, dan Ulupulu 1, Kecamatan Nangaroro.

Bantuan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan air minum masyarakat selama masa tanggap darurat. Penyaluran dilakukan berdasarkan hasil kaji cepat terhadap kondisi warga di wilayah dampingan YMTM.

Koordinator YMTM, Marsel Mau, mengatakan bantuan tahap kedua diarahkan untuk menjawab kebutuhan paling mendesak masyarakat terdampak bencana. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu warga melewati masa awal tanggap darurat dengan lebih baik.

“Bantuan ini kami arahkan untuk menjawab kebutuhan paling mendesak masyarakat, terutama pangan dan air minum,” ujar Marsel Mau.

Bantuan pangan yang disalurkan terdiri atas 3.650 kilogram beras, 7.760 bungkus mi instan, dan 7.860 butir telur. Selain itu, YMTM memberikan dukungan 105 ribu liter air minum bersih bagi masyarakat terdampak.

YMTM juga menyalurkan 65 lampu tenaga surya melalui Solar Chapter untuk warga yang masih bertahan di tenda pengungsian mandiri. Sebanyak tiga unit tenda turut diberikan untuk mendukung kebutuhan tempat tinggal sementara masyarakat terdampak.

Marsel menjelaskan, penerima bantuan diprioritaskan bagi warga yang rumahnya rusak atau belum dapat ditempati, masyarakat yang mengungsi, keluarga rentan, serta warga yang mengalami keterbatasan akses pangan dan air minum. YMTM juga bersama YAPPIKA melakukan asesmen di 10 desa untuk mengidentifikasi kebutuhan kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, ibu menyusui, perempuan kepala keluarga, penyandang disabilitas, dan anak-anak.

Bantuan tersebut mendapat dukungan Yayasan Wahana Nusa Indonesia (YWNI) yang berkantor di Denpasar. YMTM berharap dukungan kemanusiaan dapat terus diberikan seiring kebutuhan masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa dan gempa susulan.

Menurut Koordinator YMTM, bantuan tanggap darurat tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga membantu mengurangi beban psikologis masyarakat. Dukungan lanjutan dibutuhkan untuk membantu warga memasuki tahap rehabilitasi, pemulihan tempat tinggal, ekonomi, dan kemandirian.

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 dan menyebabkan kerusakan rumah serta fasilitas umum di sejumlah wilayah Nagekeo. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Nagekeo yang dicantumkan dalam laporan YMTM, hingga 31 Agustus 2026 tercatat 15.042 rumah terdampak dengan rincian 8.596 rusak ringan, 2.727 rusak sedang, dan 4.079 rusak berat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....