KPID NTT Imbau Lembaga Penyiaran Jaga Etika Pemberitaan Bencana Gempa Flores
- 15 Agt 2026 18:12 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Kupang — Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyampaikan duka mendalam atas bencana gempa bumi yang melanda wilayah Flores. KPID NTT mengajak masyarakat bersama-sama mendoakan para korban agar diberikan keselamatan, kekuatan, dan ketabahan serta mendukung proses penanganan dan pemulihan pascabencana.
Malalui surat resmi tertanggal 15 Agutsus 2026, Ketua KPID NTT Yohanes Harba Lati mengatakan informasi memiliki peran penting dalam situasi bencana. Karena itu, KPID NTT mengimbau masyarakat dan lembaga penyiaran untuk bersama-sama menjaga ruang informasi tetap sehat, akurat, edukatif, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.
KPID NTT mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarluaskan foto atau video korban yang memperlihatkan luka berat, jenazah, maupun kondisi yang berpotensi menimbulkan trauma. Penyebaran materi semacam itu dinilai dapat mengabaikan privasi, martabat, serta hak korban dan keluarganya.
Menurut KPID NTT, dokumentasi untuk kepentingan informasi publik tetap harus memperhatikan perlindungan terhadap identitas korban. Perlindungan tersebut terutama diperlukan bagi anak-anak, antara lain dengan mengaburkan wajah dan menghindari penayangan gambar yang tidak pantas.
KPID NTT juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat memicu kepanikan di tengah kondisi darurat. Informasi terkait perkembangan bencana sebaiknya mengacu pada sumber resmi seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, pemerintah daerah, serta lembaga berwenang lainnya.
Kepada seluruh lembaga penyiaran di NTT, KPID mengingatkan agar pemberitaan dan penayangan materi terkait bencana tetap berpedoman pada etika jurnalistik serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Pemberitaan harus mengedepankan akurasi, kepentingan publik, empati, serta perlindungan terhadap kelompok rentan.
KPID NTT menegaskan musibah tidak seharusnya dijadikan konten untuk mengejar popularitas, jumlah penonton, maupun keuntungan. Media diharapkan mengutamakan informasi yang memberikan manfaat dan tidak menambah penderitaan para korban.
KPID NTT mendorong lembaga penyiaran menggunakan media sebagai sarana edukasi dan membangun solidaritas masyarakat dalam menghadapi bencana. Informasi yang disampaikan hendaknya mencakup panduan keselamatan, penanganan bencana, kebutuhan korban, serta informasi lain yang dapat membantu masyarakat.
KPID NTT berharap seluruh pihak dapat menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi selama masa tanggap darurat. Ruang informasi yang akurat, beretika, dan manusiawi dinilai penting untuk membantu masyarakat menghadapi situasi bencana dengan tenang dan memperoleh informasi yang dapat dipercaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....