BMKG Imbau Nelayan Waspadai Gelombang Tinggi Perairan NTT Hari Ini

  • 27 Jul 2026 11:56 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tenau Kupang mengimbau nelayan dan masyarakat pesisir mewaspadai gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter. Gelombang tinggi ini diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran pada Senin, 27 Juli 2026.

Prakirawan BMKG Maritim Tenau Kupang, Salsabila Nadhifvira Arardian, mengatakan peringatan tersebut berlaku mulai Senin, 27 Juli 2026 pukul 08.00 WITA hingga Selasa, 28 Juli 2026 pukul 08.00 WITA. Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang sedang meliputi Selat Sape, Perairan Flores, Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor dan Laut Sawu.

Wilayah lainnya meliputi perairan Selatan Sumba, Perairan Sabu Raijua, Perairan Utara Kupang–Rote, Selat Pukuafu, Perairan Selatan Timor–Rote, serta Perairan Taman Nasional Komodo. Salsabila menjelaskan kondisi gelombang tersebut berisiko tinggi terhadap keselamatan perahu nelayan dan kapal tongkang yang beroperasi di wilayah terdampak.

"Kami mengimbau masyarakat dan nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi gelombang yang berpotensi membahayakan aktivitas di laut," ujarnya dalam siaran info cuaca, Senin, 27 Juli 2026.

Selain itu, kondisi cuaca di wilayah perairan NTT secara umum diprakirakan cerah berawan hingga hujan ringan. Angin diperkirakan bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar antara 20 hingga 60 kilometer per jam.

BMKG juga meminta masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca maritim sebelum melakukan pelayaran atau aktivitas di laut. Informasi terkini dapat menjadi acuan dalam menentukan waktu yang aman untuk berlayar maupun melaut.

Salsabila menegaskan apabila kondisi cuaca tidak bersahabat, seperti angin kencang dan gelombang tinggi, masyarakat sebaiknya menunda aktivitas di laut demi keselamatan. "Jika cuaca tidak mendukung, kami mengimbau nelayan dan pengguna jasa transportasi laut untuk tidak memaksakan diri melaut hingga kondisi kembali aman," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....