KPOTI NTT Ajak Anak Kembali Bermain Permainan Tradisional
- 15 Agt 2026 17:05 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Lembata - Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Nusa Tenggara Timur mengajak anak-anak kembali bermain permainan tradisional sebagai alternatif aktivitas di tengah penggunaan gadget. Permainan rakyat dinilai memiliki manfaat bagi perkembangan sosial, emosional, kreativitas, serta kesehatan fisik dan mental anak.
Ketua KPOTI NTT, Sandro Wangak, mengatakan anak-anak tidak harus dilarang menggunakan gadget karena teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan saat ini. Namun, orang tua dan lingkungan perlu memberikan pilihan aktivitas lain yang dapat dilakukan anak melalui permainan rakyat dan olahraga tradisional.
Menurut Sandro, permainan tradisional dapat mengembangkan kecerdasan sosial dan emosional anak melalui interaksi dengan teman sebaya. Permainan tersebut juga melatih kreativitas, kemampuan kognitif, serta keterampilan motorik halus dan kasar.
Ia menjelaskan sebagian besar permainan tradisional tidak membutuhkan biaya besar karena memanfaatkan alat yang tersedia di lingkungan sekitar. Bahkan, terdapat permainan yang hanya membutuhkan teman untuk bermain tanpa memerlukan peralatan khusus.
Sandro menilai permainan tradisional juga menjadi sarana untuk mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Permainan seperti gasing, engklek, engrang, hadang, lompat tali, dan kasti tradisional mengandung unsur kebersamaan, keterampilan, dan sportivitas.
Ia mengatakan anak-anak sebenarnya masih memiliki ketertarikan terhadap permainan tradisional jika diberikan kesempatan untuk mengenalnya. Hal itu terlihat dari antusiasme anak-anak yang bahkan meminta orang tua membuatkan gasing untuk dimainkan bersama teman-temannya.
Menurut Sandro, kondisi tersebut juga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat yang memiliki keterampilan membuat alat permainan tradisional. Sejumlah pengrajin gasing di desa-desa sekitar lokasi kegiatan mulai mendapatkan permintaan dari anak-anak dan orang tua.
KPOTI NTT menilai keberadaan ruang bermain juga penting untuk menjaga kebiasaan anak bermain secara langsung dengan teman sebaya. Ruang bermain tersebut diperlukan tidak hanya di perkotaan, tetapi juga di wilayah perdesaan yang mulai kehilangan tempat bermain anak.
Sandro menegaskan permainan tradisional tidak sepenuhnya terancam punah karena masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat adat di NTT. Namun, keberlangsungannya di kalangan anak-anak perlu diperkuat dengan mengajak mereka bermain dan memberikan pemahaman mengenai manfaatnya.
Ia meminta orang dewasa tidak menganggap permainan tradisional sebagai aktivitas yang kuno atau tidak berguna. Menurutnya, jika orang dewasa memberikan penilaian positif, anak-anak akan lebih terdorong untuk menjadikan permainan tradisional sebagai bagian dari aktivitas mereka.
KPOTI NTT berharap permainan rakyat dan olahraga tradisional dapat menjadi pilihan yang setara dengan aktivitas digital bagi anak-anak. Upaya tersebut dinilai penting agar generasi muda tetap mengenal budaya lokal sekaligus mendapatkan manfaat dari aktivitas bermain bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....