Dampak Gempa Flores: 15 Orang di Manggarai Meninggal Dunia, Wilayah Utara Terparah

  • 15 Agt 2026 15:23 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA, mengakibatkan 15 orang di Kabupaten Manggarai meninggal dunia akibat tertimbun reruntuhan bangunan.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun BPBD Kabupaten Manggarai hingga pukul 15.02 WITA, tercatat 15 orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka serius, dan delapan orang mengalami luka ringan di sejumlah wilayah Kabupaten Manggarai.

Selain korban jiwa, tujuh unit gedung pemerintah dilaporkan mengalami rusak berat, termasuk Kompleks Kantor Bupati Manggarai. Sementara satu unit gedung lainnya mengalami rusak sedang.

Pusat gempa dilaporkan berada di wilayah Kabupaten Nagekeo, sekitar 30 kilometer arah timur laut, dengan kedalaman 15 kilometer. Guncangan tersebut berdampak signifikan terhadap sejumlah wilayah di Kabupaten Manggarai, terutama kawasan bagian utara.

Adapun dampak terparah tercatat di Kecamatan Reok dengan delapan korban meninggal dunia, disusul tiga korban di Kecamatan Reok Barat dan satu korban di Kecamatan Cibal. Gempa juga mengakibatkan kerusakan pada puluhan rumah warga, sarana ibadah, fasilitas pelayanan publik, kantor pemerintahan, serta fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Reo.

Sementara itu, di RSUD Ben Mboi Ruteng, seluruh pasien berhasil dievakuasi ke halaman dan area jalan di depan rumah sakit sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Pantauan RRI di lokasi menunjukkan petugas kesehatan, keluarga pasien, dan warga bahu-membahu mengevakuasi pasien. Pasien yang membutuhkan penanganan khusus langsung dipisahkan untuk memastikan tetap mendapatkan pemantauan medis secara intensif.

Puluhan posko juga telah didirikan untuk melindungi pasien dari paparan panas matahari pada siang hari dan udara dingin pada malam hari. Dengan demikian, pelayanan kesehatan tetap dapat berlangsung secara optimal. Meski sebelumnya aliran listrik di area RSUD sempat padam, pelayanan kesehatan dipastikan tetap berjalan.

Tidak ada korban jiwa dari kalangan pasien yang sedang menjalani perawatan di RSUD Ben Mboi. Proses tanggap darurat di rumah sakit tersebut melibatkan personel Kodim 1612 Manggarai, Polres Manggarai, Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor Ruteng, BPBD, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Bupati Manggarai Hery Nabit juga turun langsung ke lokasi untuk memantau proses evakuasi dan penanganan pasien pascagempa. Dalam keterangannya, Bupati Hery mengimbau masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan menyusul gempa berkekuatan besar yang mengguncang wilayah Manggarai. Imbauan tersebut disampaikan karena gempa susulan masih dirasakan hingga Sabtu siang.

Ia meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Warga juga diminta mengutamakan keselamatan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Selain itu, Bupati juga meminta seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri meningkatkan kesiapsiagaan di lingkungan tempat tinggal maupun wilayah tugas masing-masing. Langkah tersebut diperlukan agar penanganan dan respons darurat dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi kondisi yang tidak diinginkan.

"Khusus kepada jajaran ASN, TNI, Polri, kami meminta kewaspadaan yang lebih, terutama di lingkungan tempat tinggal kita masing-masing. Supaya upaya-upaya tanggap darurat dapat lebih mudah dijalankan" kata Buupati.

Lebih lanjut, dirinya mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Informasi mengenai perkembangan situasi pascagempa diharapkan diperoleh melalui sumber resmi, termasuk Pemerintah Kabupaten Manggarai, TNI, Polri, dan petugas terkait di lapangan.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), aktivitas gempa dirasakan di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai. Mengingat rangkaian gempa susulan tidak dapat dipastikan kapan berakhir, pemerintah mengimbau masyarakat menghentikan sementara kegiatan di dalam ruangan selama satu hingga dua hari ke depan atau hingga terdapat pemberitahuan lebih lanjut.

"Informasi dari BMKG, hari ini memang terjadi bencana di seluruh Manggarai. Dan sekali lagi kami sampaikan bahwa tidak bisa diprediksi kapan ini akan berakhir. Karena itu maka diimbau supaya dalam 1 sampai 2 hari ke depan, sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut, kegiatan-kegiatan yang dilakukan di dalam ruangan kita hindari atau kita hentikan sementara," ungkapnya.

Imbauan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk mengurangi risiko keselamatan, terutama pada bangunan yang berpotensi mengalami kerusakan akibat gempa susulan.

Selain itu, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Manggarai meminta seluruh aparat, baik ASN Pemerintah Kabupaten Manggarai maupun personel TNI dan Polri, tetap bersiaga selama beberapa hari ke depan.

Kesiapsiagaan tersebut juga mencakup dukungan terhadap penanganan kondisi darurat dan pendataan dampak gempa di lapangan.

Bupati berharap tidak ada korban tambahan akibat rangkaian gempa tersebut. Masyarakat juga diajak bersama-sama mendoakan agar situasi segera kembali normal.

Ia mengingatkan masyarakat tetap waspada tanpa perlu panik. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dengan mengikuti arahan petugas dan menjadikan informasi resmi sebagai rujukan selama situasi pascagempa.

Sementara, di Dusun Welong, Desa Wae Mulu, Kecamatan Ruteng, dua warga yang merupakan pasangan suami istri meninggal dunia setelah tertimpa tembok rumah saat gempa terjadi.

Gempa juga mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan parah. Beberapa rumah bahkan dilaporkan ambruk akibat kuatnya guncangan.

Khawatir terjadi gempa susulan, warga Dusun Welong memilih mengungsi dan mendirikan tenda darurat di lapangan desa sejak pagi.

"Rumah-rumah banyak yang rubuh. Kami semua keluar dan sekarang buka tenda di lapangan biar aman," ujar salah satu warga.

Saat ini, pendataan terhadap kerusakan rumah dan dampak gempa masih dilakukan. Warga berharap pihak terkait segera turun ke lokasi untuk membantu proses penanganan serta menyalurkan bantuan darurat bagi masyarakat terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....