Pengamanan Logistik Gempa Sikka Diperketat hingga Gudang

  • 05 Sep 2026 10:30 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Operasi kemanusiaan pascagempa Flores di Kabupaten Sikka terus bergerak dengan pengamanan berlapis. Setiap bantuan yang tiba tidak hanya dibongkar dari pesawat, tetapi dikawal hingga tempat penyimpanan sebelum didistribusikan kepada masyarakat terdampak.

Sebanyak 16 ton bantuan kemanusiaan yang diangkut pesawat TNI AU A400M tiba di Bandara Frans Seda Maumere dan langsung dipindahkan ke 10 kendaraan R6. Proses bongkar muat berlangsung hingga sekitar pukul 23.30 WITA, kemudian seluruh logistik diamankan menuju tempat penyimpanan bantuan di kawasan bandara.

Pengamanan diperkuat karena logistik menjadi bagian vital dalam penanganan dampak gempa. Setiap barang yang datang harus dipastikan aman, tercatat, tersimpan dengan baik, dan siap disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Pada Jumat, 4 September 2026, Polres Sikka kembali mengecek kekuatan personel yang ditugaskan mengamankan distribusi bantuan di Kantor BPBD Sikka, Jalan Mawar Nomor 28, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok. Apel yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA dipimpin PA Posko Ipda Marhasyim.

Dari 17 personel yang tercantum dalam Surat Perintah Kapolres Sikka Nomor Sprin/343/VIII/Ops.2.1./2026, sebanyak 16 personel hadir dalam apel. Satu personel, Bripka Vian Dasilva, tidak hadir karena menjalankan tugas lain mendampingi tamu Propam Polda NTT

Pada saat yang sama, BPBD Sikka menerima tambahan bantuan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Jakarta berupa 875 kilogram beras, 55 dus mi instan, 55 papan telur, dan 55 liter minyak goreng kemasan satu liter. Bantuan tersebut diterima Kepala Pelaksana Penerimaan dan Pendistribusian Barang Bantuan Kabupaten Sikka, Petrus Poling Wairmahing, ST, MT, M.Sc.

Setelah diterima, bantuan diangkut menggunakan kendaraan pikap menuju Gudang 3 Cosik untuk diamankan. Proses penerimaan dan pemindahan bantuan mendapat pengawalan personel Polres Sikka dan berlangsung aman serta kondusif.

Pengamanan juga dilakukan di Bandara Frans Seda melalui apel pengecekan Satuan Tugas Bantuan Logistik yang dimulai pukul 08.00 WITA. Dari 47 personel yang tercantum dalam penugasan, 32 personel hadir, sedangkan 15 lainnya tidak hadir karena berbagai alasan.

Sebanyak 11 personel tercatat berada di Palue atau mendapat izin istirahat, sementara empat personel dilaporkan sakit, yakni Aptu Sopian Mutaqim, Aipda Julius Lu Langga, Aipda Hamka, dan Aipda Viktor Paskalis Kame. Kekuatan personel tersebut disiapkan untuk mengawal rantai bantuan mulai dari titik kedatangan hingga proses penyimpanan dan distribusi.

Rangkaian pengamanan ini menunjukkan bahwa operasi bantuan pascagempa tidak berhenti pada kedatangan logistik. Dari landasan Bandara Frans Seda, kendaraan pengangkut, gudang hingga posko distribusi, seluruh mata rantai dijaga agar bantuan dapat bergerak tepat waktu menuju masyarakat terdampak gempa Flores.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....