Sebanyak 9.185 Rumah Rusak akibat Gempa Flores di Sikka

  • 05 Sep 2026 10:23 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Jumlah rumah warga yang terdampak Gempa Flores di Kabupaten Sikka terus bertambah berdasarkan pemutakhiran data hingga 3 September 2026. Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka mencatat sebanyak 9.185 rumah mengalami kerusakan, sementara korban mencapai 55 orang.

Data tersebut dirilis melalui BPBD Kabupaten Sikka pada Jumat, 4 September 2026, sebagai bagian dari pemutakhiran penanganan dampak gempa. Dari jumlah rumah terdampak itu, sebanyak 4.248 unit masuk pendataan tahap pertama yang kini menjalani verifikasi dan validasi oleh tim enumerator.

Pada tahap pertama, tercatat 939 rumah mengalami rusak berat, 852 rusak sedang, dan 2.457 rusak ringan. Sementara pendataan tahap kedua menemukan tambahan 4.937 rumah, yang terdiri atas 719 rusak berat, 1.122 rusak sedang, dan 3.096 rusak ringan.

Data tahap kedua tersebut masih menjalani pemadanan Nomor Induk Kependudukan dan Kartu Keluarga. Setelah digabungkan dengan data tahap pertama, jumlah sementara rumah warga yang mengalami kerusakan mencapai 9.185 unit.

Dampak gempa juga tercermin dari jumlah korban yang hingga 3 September 2026 tercatat sebanyak 55 orang. Rinciannya, enam orang meninggal dunia, 26 orang mengalami luka berat, dan 23 orang lainnya mengalami luka ringan.

Selain korban jiwa, sebanyak 352.794 jiwa tercatat sebagai penduduk terdampak gempa dengan komposisi 49 persen laki-laki dan 51 persen perempuan. Dari jumlah tersebut, 3.645 jiwa atau 972 kepala keluarga masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian.

Pulau Palue menjadi wilayah dengan konsentrasi pengungsi terbesar, yakni 3.340 jiwa dari 892 kepala keluarga. Mereka tersebar di Posko Rokirole, Nitunglea, dan Lidi.

Di Kecamatan Kangae, sebanyak 236 jiwa dari 60 kepala keluarga masih berada di pengungsian yang tersebar pada delapan posko, yakni Habi, Meken Detung, Teka Iku, Watumilok, Langir, Tana Duen, Watuliwung, dan Blata Tatin. Sementara di Kecamatan Nita terdapat 69 pengungsi dari 20 kepala keluarga yang berada di Posko Dusun Surajawa dan Posko Riit.

Kerusakan akibat gempa tidak hanya menyasar rumah warga, tetapi juga fasilitas publik. Data sementara mencatat 291 fasilitas umum terdampak, meliputi 75 bangunan pemerintah, 91 fasilitas kesehatan, 38 fasilitas pendidikan, delapan ruas jalan, 10 unit prasarana, dan 79 rumah ibadah.

Posko Tanggap Darurat masih melanjutkan pemutakhiran data, khususnya terhadap 4.937 rumah pada tahap kedua yang belum selesai menjalani pemadanan administrasi kependudukan. Karena itu, angka 9.185 rumah rusak masih bersifat sementara dan dapat berubah setelah proses pendataan, verifikasi, validasi, serta pemadanan data selesai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....