Kemenag Flores Timur Dorong ASN Tolak Praktik Gratifikasi
- 15 Agt 2026 14:18 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flores Timur - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menolak praktik gratifikasi. Upaya tersebut dilakukan melalui penyuluhan hukum yang digelar bersama Kejaksaan Negeri Larantuka dan Polres Flores Timur, Rabu (12/8/2026).
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Flores Timur, Yosef Aloysius Babaputra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan juga menjadi sarana meningkatkan pengetahuan ASN terkait pengendalian gratifikasi serta perlindungan perempuan dan anak.
Menurut Yosef, penyuluhan menyasar ASN, terutama guru dan penyuluh yang memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Para peserta diharapkan mampu meneruskan pesan mengenai pencegahan gratifikasi serta perlindungan perempuan dan anak di lingkungan masing-masing.
Kemenag Flores Timur menghadirkan sekitar 50 peserta dalam kegiatan tersebut dari total 548 ASN. Peserta yang hadir diharapkan menjadi penyambung informasi mengenai materi yang disampaikan oleh aparat penegak hukum.
"Kami berharap seluruh ASN memiliki sikap atau komitmen yang teguh terhadap upaya-upaya yang dilaksanakan secara intensif oleh Kementerian Agama, dalam hal ini pengendalian gratifikasi," ujar Yosef. Ia berharap seluruh ASN memiliki kesadaran dan sikap yang sama untuk menolak gratifikasi.
Yosef menegaskan pengendalian gratifikasi penting untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Ia menyebut seluruh ASN Kementerian Agama memiliki tanggung jawab untuk menolak segala bentuk gratifikasi.
Selain gratifikasi, penyuluhan juga membahas perlindungan perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan dan ketidakadilan. Menurut Yosef, guru dan penyuluh memiliki peran strategis karena berhubungan langsung dengan anak-anak dan masyarakat.
Ia mengatakan penguatan integritas juga menjadi bagian dari upaya Kemenag Flores Timur membangun Zona Integritas. Upaya tersebut diarahkan untuk mewujudkan lembaga yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Yosef berharap nilai-nilai agama tidak hanya dihayati secara pribadi, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, nilai-nilai tersebut dapat menjadi landasan untuk membangun sikap antikorupsi dan kepedulian terhadap sesama.
Kemenag Flores Timur juga berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga kependidikan. Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan proses pendidikan berlangsung secara utuh serta tetap menghormati martabat manusia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....