Australia Dukung Ketahanan Layanan Ibu dan Bayi di Flores Timur

  • 04 Sep 2026 13:31 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur – Pemerintah Australia mendukung penguatan ketahanan layanan kesehatan ibu dan bayi di Kabupaten Flores Timur melalui Project Mentari. Program ini diarahkan agar pelayanan kesehatan reproduksi, maternal, dan neonatal tetap berjalan ketika wilayah tersebut menghadapi bencana maupun dampak perubahan iklim.

Acting Counsellor for Governance and Human Development Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Elena Martin Avila, mengatakan gempa bumi yang baru terjadi di wilayah Flores memperlihatkan pentingnya membangun sistem kesehatan yang tangguh dan adaptif. Pernyataan tersebut disampaikan secara daring saat Kick Off Project Mentari di Aula Hotel Sunrise, Flores Timur, Senin 31 Agustus 2026.

Elena menyampaikan dukacita atas gempa bumi yang melanda daratan Flores. Menurutnya, kejadian tersebut semakin menunjukkan perlunya kesiapsiagaan layanan kesehatan, terutama di wilayah yang memiliki risiko bencana.

“Project Mentari Adaptif dan Ketahanan Layanan Kebidanan di NTT merupakan inisiatif strategis untuk memperkuat sistem kesehatan reproduksi, khususnya keselamatan ibu dan bayi,” ujar Elena.

Ia mengatakan Project Mentari menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kesiapsiagaan bidan dan fasilitas kesehatan di Flores Timur. Kolaborasi tersebut diperlukan agar pelayanan kepada masyarakat dapat diberikan secara cepat dan berkesinambungan ketika terjadi situasi krisis.

Elena menegaskan Pemerintah Australia mendukung pelaksanaan Project Mentari sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat ketahanan sistem kesehatan. Fokus utama program tersebut adalah memastikan ibu dan bayi tetap memperoleh pelayanan kesehatan ketika terjadi bencana.

Menurutnya, Project Mentari juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas bidan serta fasilitas pelayanan kesehatan. Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan membuat tenaga kesehatan lebih siap memberikan pelayanan meskipun terjadi gangguan terhadap akses maupun infrastruktur kesehatan.

Pelaksanaan program melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, mitra pembangunan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Keterlibatan multipihak dinilai penting untuk membangun sistem pelayanan kesehatan yang mampu bertahan dan beradaptasi menghadapi berbagai risiko.

Penguatan ketahanan layanan kesehatan menjadi penting bagi Flores Timur karena wilayah tersebut masih menghadapi berbagai ancaman bencana. Selain gempa bumi, wilayah ini juga berada di sekitar kawasan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki yang dapat berdampak terhadap akses dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Melalui Project Mentari, Pemerintah Australia dan para mitra berharap kapasitas layanan kebidanan di Flores Timur semakin kuat dan siap menghadapi situasi darurat. Dengan layanan yang lebih adaptif, kebutuhan kesehatan ibu dan bayi diharapkan tetap terpenuhi meskipun terjadi bencana maupun perubahan kondisi lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....