Produksi Rumput Laut Lembata Tumbuh, Ekonomi Pesisir Kian Menjanjikan
- 11 Agt 2026 14:33 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Lembata- Produksi rumput laut di Kabupaten Lembata terus menunjukkan perkembangan dan menjadi salah satu komoditas yang berpotensi memperkuat ekonomi masyarakat. Budidaya yang telah dilakukan masyarakat sejak sekitar tahun 2005 tersebut semakin diminati karena memiliki siklus panen relatif singkat.
Perkembangan itu membuka peluang bagi masyarakat pesisir untuk memperoleh sumber pendapatan tambahan. Pemerintah daerah pun terus mendorong agar potensi tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lembata, Hadi Umar, S.Pd., MT, menyampaikan perkembangan tersebut saat diwawancarai Pro 1 RRI Ende dalam siaran Florata Pagi, 9 Agustus 2026. Ia menjelaskan, produksi rumput laut Lembata mengalami perkembangan dari waktu ke waktu meskipun sempat menghadapi berbagai kendala.
Data Dinas Perikanan mencatat produksi pada 2019 mencapai sekitar 348.309 kilogram berat basah atau 43.539 kilogram berat kering. Pada 2020, produksinya meningkat menjadi sekitar 381.174 kilogram berat basah dengan berat kering mencapai 47.647 kilogram.
Ia menjelaskan, pandemi Covid-19 sempat memberikan dampak terhadap aktivitas budidaya rumput laut di Lembata. Pembatasan aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi turut memengaruhi proses produksi serta pemasaran hasil budidaya.
Meski demikian, kebutuhan masyarakat terhadap sumber penghasilan membuat kegiatan budidaya tetap berjalan. Setelah kondisi berangsur membaik, produksi kembali bergerak dan masyarakat mulai meningkatkan aktivitas budidaya.
Ia mengungkapkan, produksi pada 2023 tercatat sekitar 322.794 kilogram berat basah dengan berat kering mencapai 40.394 kilogram. Sementara itu, pada 2025 produksi mencapai sekitar 331.072 kilogram berat basah atau 41.384 kilogram berat kering. Untuk periode April hingga Juni, produksi tercatat sekitar 142.250 kilogram berat basah dengan berat kering sekitar 17.783 kilogram.
Data tersebut menunjukkan rumput laut tetap menjadi salah satu komoditas yang memiliki peran penting bagi masyarakat Lembata.
Menurut Hadi, kondisi geografis Lembata menjadi salah satu faktor yang mendukung pengembangan budidaya rumput laut. Sebagai daerah kepulauan yang dikelilingi perairan, sejumlah wilayah memiliki kondisi laut yang sesuai untuk pertumbuhan rumput laut. Kualitas perairan, kondisi gelombang, dan kecepatan arus menjadi faktor yang turut menentukan keberhasilan budidaya.
Kondisi alam tersebut menjadi modal penting bagi Lembata untuk mengembangkan rumput laut sebagai komoditas unggulan. Selain didukung kondisi perairan, rumput laut juga memiliki keunggulan dari sisi waktu produksi.
Hadi menjelaskan, pembudidaya membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 40 hari sejak penanaman hingga rumput laut dapat dipanen. Setelah dipanen, rumput laut kemudian dikeringkan dan dijual kepada pembeli atau pengepul. "Siklus tersebut membuat masyarakat dapat memperoleh hasil budidaya dalam waktu relatif singkat dibandingkan sejumlah usaha perikanan lainnya," ucapnya.
Dia juga menilai potensi rumput laut Lembata masih dapat dikembangkan lebih jauh apabila peningkatan produksi diikuti dengan perluasan akses pasar. Permintaan dari luar daerah menjadi peluang bagi pembudidaya untuk meningkatkan volume dan menjaga kontinuitas hasil produksi.
Ia berharap masyarakat semakin serius mengembangkan budidaya rumput laut sebagai salah satu sumber penghasilan yang berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Lembata, kata Hadi, akan terus memberikan pendampingan untuk memperkuat pengembangan komoditas tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....