SPAM Weilain Siapkan Pilot Project Pengelolaan Air Bersih di Tujuh Desa
- 10 Sep 2026 13:28 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Lembata – Pemerintah Kabupaten Lembata menyiapkan pilot project pengelolaan SPAM Weilain di tujuh desa wilayah Kecamatan Omesuri dan Buyasuri. Program tersebut disiapkan untuk membenahi pelayanan air bersih agar lebih luas dan berkelanjutan.
Rencana pilot project dibahas dalam rapat konsolidasi optimalisasi SPAM Weilain di Kantor Desa Hingalamamengi, Senin 7 September 2026. Tujuh desa yang menjadi lokasi percontohan yakni Leubatang, Aramengi, Meluwiting, Meluwiting I, Hingalamamengi, Hoelea I, dan Hoelea II.
Sekretaris Dinas PUPR Lembata Polikarpus Pito Kaona menjelaskan, SPAM Weilain memanfaatkan sumber air baku dari Mata Air Weilain di Desa Leubatang. Debit mata air tersebut diperkirakan mencapai 20 hingga 25 liter per detik.
Sistem produksi kemudian memanfaatkan jaringan reservoir dan pompa hingga CP3 di Desa Aramengi. Kapasitas produksi pada sistem tersebut mencapai sekitar 19 liter per detik.
Namun, pelayanan SPAM Weilain masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Persoalan tersebut antara lain tegangan listrik Gardu PLN Weilain yang belum stabil, kerusakan panel pada CP1 dan CP2, serta kerusakan sejumlah jaringan pipa distribusi.
Melalui pilot project, pemerintah daerah menyiapkan pembagian tanggung jawab antara UPT SPAM Weilain atau pihak ketiga dengan KP-SPAM di masing-masing desa. UPT atau pihak ketiga menangani jaringan dari sumber air hingga titik CP, sedangkan KP-SPAM mengelola jaringan dari reservoir desa menuju sambungan rumah dan kran umum.
Pemerintah Kabupaten Lembata akan menggunakan hasil pilot project sebagai bahan evaluasi sebelum sistem dikembangkan ke desa lainnya. Program tersebut ditargetkan memperluas cakupan sambungan rumah sekaligus membangun tata kelola pelayanan air bersih yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....