SDK Waienga Didorong Kembangkan Jagung Titi sebagai Muatan Lokal

  • 10 Sep 2026 13:52 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Lembata – SDK Waienga di Desa Waienga, Kecamatan Lebatukan, didorong mengembangkan keterampilan membuat jagung titi sebagai bagian dari pembelajaran budaya lokal. Pengembangan keterampilan tradisional tersebut dinilai dapat sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya dan mengenalkan nilai ekonomi kepada peserta didik.

Dorongan tersebut disampaikan Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq saat peletakan batu pertama revitalisasi SDK Waienga, Senin 7 September 2026. Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan perlu berjalan bersama dengan upaya menjaga warisan budaya daerah.

Bupati mengatakan, pengenalan jagung titi kepada anak-anak tidak membutuhkan fasilitas yang mahal. Kegiatan tersebut dapat dilakukan secara sederhana dengan memanfaatkan alas atau tikar dan batu sebagai peralatan untuk meniti jagung.

Kegiatan itu juga dapat dilakukan secara rutin sebagai bagian dari aktivitas pembelajaran. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya mengenal jagung titi sebagai produk budaya, tetapi juga memahami proses pembuatannya.

“Jangan sampai budaya kita hilang. Anak-anak harus tahu dan bisa membuat jagung titi,” ujar Bupati Kanisius Tuaq.

Menurutnya, keterampilan membuat jagung titi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan generasi muda pada masa mendatang. Karena itu, pengenalan keterampilan tradisional di sekolah dapat menjadi bagian dari pembentukan keterampilan sekaligus kecintaan terhadap budaya lokal.

Bupati berharap pengembangan muatan lokal dapat berjalan bersama peningkatan kualitas pembelajaran di SDK Waienga. Revitalisasi sekolah diharapkan tidak hanya menghadirkan fasilitas yang lebih baik, tetapi juga membantu peserta didik tumbuh sebagai generasi yang berkarakter dan tetap berakar pada budaya daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....