SMPK Immaculata Ruteng Rehab 14 Ruang Kelas
- 11 Agt 2026 13:46 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – SMPK Imaculata Ruteng, Kabupaten Manggarai, merehabilitasi 14 ruangan untuk mendukung kenyamanan dan kelancaran proses belajar siswa. Rehabilitasi tersebut merupakan bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang didukung pemerintah dengan anggaran sebesar Rp2.151.194.000.
Penanggung Jawab Program Revitalisasi SMPK Imaculata Ruteng, Sherly Damon, menyebut progres pengerjaan proyek tersebut saat ini telah mencapai 45 persen dan akan terus dikebut hingga rampung pada Desember mendatang.
Lebih lanjut, Sherly menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas bantuan tersebut, mengingat SMPK Imaculata Ruteng yang telah menginjak usia 73 tahun serta berstatus sekolah swasta, baru pertama kali menerima program revitalisasi dari pemerintah.
"Kami sangat bersyukur dengan mendapatkan program ini. Artinya walaupun kami sekolah swasta, tapi kami juga mendapat perhatian dari pemerintah melalui program ini salah satunya," ujarnya kepada RRI Selasa 11 Agustus 2026.
Sherly menjelaskan, dari total 14 ruangan yang direhabilitasi, pekerjaan juga mencakup pembongkaran atap pada hampir seluruh ruangan, penggantian kusen, serta perbaikan lantai keramik pada ruangan tertentu sesuai kondisi. Selain itu, untuk fasilitas toilet, pekerjaan meliputi penggalian septic tank baru, perbaikan seluruh bagian atap, serta penggantian pintu toilet.
"Hampir seluruh dari 14 ruangan ini ada pembongkaran atap, terus pengerjaan kusen. Untuk lantai keramiknya tidak semua ruangan. Tidak semua ruangan, jadi ada ruangan yang diganti, ada juga ruangan yang tidak diganti. Terus toilet. Toilet itu mulai dari septic tank, ada penggalian septic tank baru, kemudian perbaikan atap, atap seluruhnya untuk toilet, kemudian pintu-pintu toilet, itu yang dikerjakan," ungkapnya.
Ia menambahkan, pekerjaan yang dimulai sejak 21 Mei 2026 tersebut ditargetkan selesai dalam 120 hari kerja. Namun, kondisi cuaca yang sempat buruk menyebabkan pekerjaan mengalami keterlambatan dan bahkan sempat terhenti, sehingga waktu pengerjaannya diperpanjang hingga Desember 2026.
"Jadi, kita melihat beberapa waktu lalu setelah mulai dengan pengerjaan itu kan cuacanya sempat di bulan Mei itu buruk sekali. Jadi memang agak-agak mundur. Jadinya, waktu itu sempat berhenti kerjanya. Jadi, ya mudah-mudahan di bulan Desember itu semua pekerjaan sudah selesai," katanya.
Dirinya mengakui seluruh pekerja dalam pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut berasal dari masyarakat sekitar sebagai bagian dari upaya pemberdayaan. Selain itu, pelaksana proyek juga melibatkan komite sekolah, dengan ketua komite berasal dari unsur orang tua siswa.
Adapun selama pengerjaan berlangsung, akses menuju area proyek ditutup untuk mencegah siswa memasuki lokasi pekerjaan serta menjaga keselamatan seluruh warga sekolah. Menurutnya, meskipun sekolah masih mengalami kekurangan ruang belajar, namun
Menurutnya, program ini sangat membantu menyediakan ruang belajar yang layak dan nyaman bagi siswa, meski sekolah masih kekurangan kelas. Pasalnya, bantuan yang diberikan berfokus pada rehabilitasi ruang kelas yang rusak, bukan pembangunan unit sekolah atau kelas baru.
Ia berharap program ini dapat terus berlanjut agar fasilitas belajar di SMPK Immaculata dapat terus ditingkatkan, sehingga para siswa dapat belajar di ruangan yang memadai.
"Kami berharap setelah pengerjaan rehabilitasi ini selesai, anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman tanpa ada lagi ruangan yang bocor," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....