Kongres XXXIV dan MPA XXXIII PMKRI Resmi Dibuka di Ruteng

  • 21 Jul 2026 18:31 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Kongres XXXIV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Sanctus Thomas Aquinas resmi dibuka di Aula Assumpta Ruteng, Kabupaten Manggarai, Senin 20 Juli 2026. Forum tertinggi organisasi tersebut mencatat sejarah baru karena untuk pertama kalinya sejak PMKRI berdiri 79 tahun lalu, kongres diselenggarakan di Kota Ruteng.

Prosesi pembukaan berlangsung khidmat diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne PMKRI. Sekitar 300 delegasi dari 57 cabang PMKRI di seluruh Indonesia hadir mengikuti pembukaan kongres yang akan menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan organisasi untuk periode mendatang.

Turut hadir dalam pembukaan tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perangkat daerah, perwakilan kepala daerah se-Daratan Flores, pimpinan organisasi kemahasiswaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, alumni PMKRI, akademisi, hingga para pelajar di Ruteng.

Dalam sambutannya, Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Manggarai sebagai tuan rumah penyelenggaraan kongres nasional PMKRI. Ia juga menyemangati seluruh kader agar tetap memiliki optimisme dan cita-cita besar dalam mengabdi kepada gereja maupun bangsa.

"Jangan berkecil hati. Kita mulai semuanya dari yang kecil dan sederhana, tidak apa-apa. Tetap ingat bahwa mimpi kita itu mimpi yang besar untuk Gereja Katolik dan untuk Indonesia. Jalani semua dengan lapang hati," ungkap Bupati Hery.

Bupati Hery menjelaskan bahwa dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Manggarai terhadap penyelenggaraan Kongres XXXIV dan MPA XXXIII PMKRI didasarkan pada tiga alasan utama. Menurutnya, PMKRI merupakan salah satu representasi penting Gereja Katolik di tingkat nasional sehingga penyelenggaraan kongres perlu didukung agar berlangsung bermartabat dan memberi manfaat bagi organisasi maupun masyarakat.

"Tolong manfaatkan kepolosan kami ini untuk menjadikan kongres ini sebagai kongres yang bernilai, bermartabat, dan bermanfaat," tuturnya.

Selain itu, Bupati menilai PMKRI telah berkembang dari sekadar organisasi kaderisasi menjadi akselerator perubahan yang mengambil peran nyata dalam kehidupan gereja, masyarakat, dan negara. Ia juga meyakini bahwa kemajuan bangsa tidak terlepas dari kontribusi seluruh elemen, termasuk kader-kader PMKRI yang terus hadir dalam berbagai ruang pengabdian.

Di hadapan ratusan peserta kongres, Hery turut menyinggung tantangan pembangunan di Nusa Tenggara Timur yang selama ini dikenal sebagai wilayah 3T (Terdepan, Tertinggal, dan Terluar). Dengan gaya khasnya, ia menyebut masih ada satu persoalan lain yang perlu menjadi perhatian, yakni kondisi "terdalam", sebagai bentuk kritik terhadap ketimpangan pembangunan yang masih dirasakan sejumlah daerah.

Bupati juga mengajak kalangan mahasiswa untuk memberi perhatian lebih terhadap sektor pertanian yang dinilai mulai kehilangan daya tarik di kalangan generasi muda, padahal sektor tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui pendekatan kewirausahaan.

"Anak-anak muda kita hari ini tidak tertarik lagi pada sektor itu, apalagi kalau sudah jadi sarjana. Padahal, menggabungkan bisnis dan pertanian bisa menjadi pilihan masa depan. Kami berharap kongres ini melahirkan rekomendasi-rekomendasi yang bernas, aplikatif, dan juga ideologis," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI periode 2024–2026, Susana Florika Marianti Kandaimu, menegaskan bahwa PMKRI merupakan ruang kaderisasi yang sah dan strategis untuk melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang berintegritas, berjiwa nasionalis, serta memiliki keberpihakan kepada masyarakat.

Ketua PMKRI Cabang Ruteng Sanctus Agustinus, Margareta Kartika, menambahkan bahwa Kongres XXXIV dan MPA XXXIII harus menjadi ruang dialektika yang sehat, produktif, dan visioner. Penunjukan Ruteng sebagai tuan rumah juga menjadi momentum bersejarah yang menjawab penantian panjang kader, senior, dan alumni PMKRI di Manggarai setelah 57 tahun perjalanan PMKRI Cabang Ruteng.

Pembukaan kongres ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Manggarai, sebagai simbol dimulainya secara resmi seluruh rangkaian persidangan yang akan berlangsung di Ruteng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....