Bupati Sikka Dorong Lomba Bertutur Jadi Penguat Literasi
- 11 Agt 2026 15:23 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Lomba Bertutur Tingkat Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Sikka tidak sekadar menjadi ajang menguji kemampuan berbicara anak di depan umum. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk mengenal, memahami, sekaligus menggali nilai dari cerita, dongeng, kisah, dan cerita rakyat yang menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah.
Hal tersebut disampaikan Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago saat membuka Lomba Bertutur Tingkat SD Kabupaten Sikka di Aula Frans Seda, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Selasa 11 Agustus 2026.
Menurut Juventus, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menumbuhkan budaya gemar membaca sekaligus memperkuat gerakan literasi sejak usia dini.
Ia mengatakan, melalui kegiatan bertutur, anak-anak tidak hanya dituntut mampu membaca dan menyampaikan sebuah cerita. Mereka juga diajak memahami pesan serta nilai yang terkandung dalam cerita, kemudian menyampaikannya secara kreatif, ekspresif, dan menarik kepada orang lain.
“Melalui setiap cerita, kisah, dongeng maupun cerita rakyat, kita tidak hanya mengajarkan anak untuk mampu bercerita, tetapi juga mengajak mereka memahami dan memberi makna terhadap setiap nilai yang terkandung di dalamnya,” kata Juventus.
Ia berharap Lomba Bertutur dapat digelar secara rutin dan berkelanjutan setiap tahun sehingga tidak berhenti sebagai kompetisi semata. Konsistensi pelaksanaan dinilai penting untuk menjadikan lomba tersebut sebagai bagian dari proses pembinaan kemampuan literasi dan komunikasi anak-anak di Kabupaten Sikka.
Juventus menilai kemampuan bercerita memiliki peran penting dalam membangun rasa percaya diri, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, serta keberanian anak tampil di hadapan publik.
Ia optimistis pelaksanaan yang konsisten dapat melahirkan anak-anak Sikka yang memiliki kemampuan sebagai pencerita atau storyteller yang baik.
“Kalau kegiatan seperti ini dilakukan secara rutin, misalnya setahun sekali, kita bisa melahirkan anak-anak kita yang menjadi storyteller yang bagus terhadap hal apa pun,” ujarnya.
Lomba Bertutur tersebut sejalan dengan langkah Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dalam memperkuat budaya literasi di kalangan anak-anak dan lingkungan sekolah. Berbagai program literasi terus dikembangkan dengan menempatkan perpustakaan sebagai salah satu ruang untuk membangun masyarakat pembelajar.
Melalui kegiatan tersebut, cerita rakyat diharapkan tidak berhenti sebagai kisah yang diceritakan kembali, tetapi menjadi media pendidikan karakter bagi generasi muda. Anak-anak juga diharapkan semakin mengenal sejarah, budaya, dan kearifan lokal Sikka sekaligus memiliki kemampuan membaca, berbicara, dan menyampaikan gagasan dengan percaya diri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....