PLN UIP Nusra Prioritaskan 77 Persen Tenaga Kerja Lokal di PLTP Mataloko
- 11 Agt 2026 05:47 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ngada – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) memastikan sekitar 77 persen tenaga kerja dalam pengembangan infrastruktur pendukung Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, berasal dari masyarakat lokal.
Tenaga kerja lokal tersebut akan terlibat dalam berbagai bidang pekerjaan, mulai dari konstruksi, pengawasan, administrasi hingga pekerjaan pendukung lainnya, sesuai dengan kompetensi dan keahlian yang dimiliki.
Keterlibatan tersebut tidak hanya membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, tetapi juga memberikan ruang bagi tenaga kerja lokal untuk berkontribusi langsung dalam pengembangan energi baru terbarukan di Kabupaten Ngada.
Salah seorang tenaga kerja lokal, Anjelina Tay, mengaku bersyukur mendapatkan kesempatan untuk bekerja dalam pengembangan PLTP Mataloko. Baginya, keberadaan proyek tersebut tidak hanya memberikan kesempatan memperoleh penghasilan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat lokal untuk terlibat langsung dalam pembangunan di daerahnya.
"Saya bersyukur mendapat kesempatan bekerja di proyek ini. Selain membantu memenuhi kebutuhan keluarga, saya juga bangga karena bisa ikut terlibat membangun daerah sendiri
Ia berharap keberlanjutan proyek tersebut dapat membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat lokal.
"Saya berharap proyek ini terus berjalan sehingga semakin banyak masyarakat lokal memperoleh kesempatan yang sama," ungkapnya l.
Senada dengan Anjelina, Alvin Menge yang bertugas sebagai supervisor pengawasan infrastruktur mengaku bersyukur dapat menerapkan ilmu dan keterampilannya tanpa harus meninggalkan tanah kelahirannya
"Saya merasa ilmu yang saya miliki bisa dimanfaatkan di kampung halaman sendiri. Harapan saya, semakin banyak anak muda Ngada yang dapat bekerja sesuai kompetensinya tanpa harus merantau keluar daerah," kata Alvin.
Sementara General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), RDW. Manurung, mengatakan keterlibatan masyarakat lokal menjadi bagian penting dalam pengembangan PLTP Mataloko. Menurutnya, keberhasilan pembangunan proyek ketenagalistrikan juga harus diikuti dengan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat di sekitar wilayah proyek.
"Keberhasilan sebuah proyek tidak hanya diukur dari pembangunan infrastrukturnya, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, kami berkomitmen memberikan ruang bagi tenaga kerja lokal untuk berkontribusi sesuai kompetensi yang dimiliki sehingga masyarakat dapat tumbuh bersama dengan pembangunan PLTP Mataloko," ujar Manurung.
Lebih lanjut, ia menuturkan keterlibatan tenaga kerja lokal juga menjadi bagian dari upaya PLN untuk mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sekitar wilayah pengembangan proyek.
"Kami ingin kehadiran PLTP Mataloko memberikan manfaat yang berkelanjutan. Masyarakat lokal bukan hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga dapat terlibat dan mengambil peran di dalam prosesnya sesuai dengan kompetensi masing-masing," tuturnya.
Melalui pengembangan PLTP Mataloko, PLN UIP Nusra berharap pembangunan energi panas bumi tidak hanya memperkuat pasokan listrik berbasis energi baru terbarukan di Pulau Flores, tetapi juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, membuka peluang ekonomi, serta menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah proyek.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....