Pengamat Tambang Apresiasi Langkah Cepat PLN Pulihkan Kelistrikan di Flores
- 21 Agt 2026 08:40 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch , sekaligus Pengamat pertambangan Ferdy Hasiman mengapresiasi langkah cepat PT PLN (Persero) dalam memulihkan sistem kelistrikan di Pulau Flores pascagempa bumi. Menurut Ferdy, di tengah kondisi bencana dan gempa susulan yang masih terjadi, pasokan listrik bagi masyarakat, instansi pemerintah, fasilitas pelayanan publik, dan pelaku usaha tetap terjaga.
“Belum ada keluhan apa pun terkait pelayanan kelistrikan di seluruh Flores di tengah bencana saat ini. Itu perlu kita apresiasi, karena PLN selalu siaga menyediakan pasokan dan infrastruktur yang andal untuk pelayanan kelistrikan masyarakat Flores,” kata Ferdy.
Ferdy menilai, kondisi kelistrikan di sejumlah wilayah yang terdampak cukup parah, seperti Kecamatan Sambi Rampas yang meliputi Pota dan Dampek di Kabupaten Manggarai Timur, serta Kecamatan Reok, Cibal, dan Cibal Barat di Kabupaten Manggarai, secara umum masih aman dan terkendali.
Ia mengakui gempa menyebabkan sejumlah infrastruktur kelistrikan, seperti trafo dan jaringan kabel, mengalami kerusakan di beberapa lokasi. Namun, kondisi tersebut dinilai dapat dipahami karena gempa susulan masih terjadi sehingga proses perbaikan di lapangan menghadapi sejumlah kendala.
“Memang tidak bisa dibantah, akibat gempa, sejumlah infrastruktur seperti trafo dan kabel listrik di beberapa tempat mengalami kerusakan. Itu bisa dimaklumi dan tidak bisa diperbaiki segera karena sampai saat ini gempa susulan masih saja terjadi. Kondisi itu tentu menyebabkan kesulitan tersendiri dalam penanganan kelistrikan. Saya yakin masyarakat memahami situasi tersebut,” ujarnya.
Ferdy menyebut gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 sempat mengganggu sistem kelistrikan. Berdasarkan informasi yang diterimanya, gempa tersebut menyebabkan kerusakan pada 11 gardu induk.
Namun, PLN bergerak cepat melakukan pemulihan melalui penanganan infrastruktur darurat. Pasokan listrik kepada pelanggan di wilayah Flores kemudian kembali normal sepenuhnya pada 18 Agustus 2026.
Di wilayah yang mengalami dampak cukup parah, seperti Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo, kondisi kelistrikan juga dinilai tetap aman dan terkendali.
“Saya mengapresiasi langkah PLN yang memberikan prioritas pelayanan kelistrikan untuk fasilitas vital, seperti rumah sakit, termasuk RSUD Ben Mboi Ruteng dan RSUD Bajawa, posko bencana, bandara, serta tempat-tempat pengungsian,” katanya.
Menurut Ferdy, PLN juga telah mengaktifkan kembali 100 persen gardu induk dan penyulang secara bertahap dalam waktu relatif singkat. Langkah tersebut menunjukkan kesiapsiagaan PLN dalam menjaga kontinuitas pelayanan kelistrikan bagi masyarakat di tengah situasi bencana.
“Kesiagaan PLN menjadi modal penting bagi Flores untuk segera pulih. Pemulihan kelistrikan sangat penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Dalam situasi bencana, pemulihan listrik bukan hanya soal memperbaiki infrastruktur, tetapi juga memastikan rumah sakit, posko bencana, tempat pengungsian, dan aktivitas masyarakat dapat tetap berjalan,” ujarnya.
Ferdy berharap PLN terus mempertahankan kesiagaan dan memastikan keandalan sistem kelistrikan di Flores, mengingat gempa susulan masih terjadi di sejumlah wilayah.
Menurutnya, kontinuitas pasokan listrik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung percepatan pemulihan masyarakat, pelayanan publik, serta aktivitas ekonomi pascabencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....