Disarpus Sikka dan BILIK Dampingi Siswa menuju Perguruan Tinggi
- 10 Agt 2026 15:29 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Sikka bekerja sama dengan komunitas Bimbingan Belajar Lentera Ikat (BILIK) menyiapkan program pendampingan bagi siswa SMA di Nusa Tenggara Timur yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Program yang menjadikan Kabupaten Sikka sebagai lokasi percontohan ini mulai disiapkan untuk pelaksanaan sepanjang 2026.
Kepala Disarpus Kabupaten Sikka, Very Awales, mengatakan pendampingan dirancang berlangsung selama sekitar tujuh bulan dengan pertemuan tatap muka tiga kali dalam sepekan. Kegiatan dijadwalkan setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu serta dipusatkan di Aula Frans Seda, Disarpus Kabupaten Sikka.
Pendampingan tidak hanya berisi penguatan materi akademik, tetapi juga simulasi seleksi perguruan tinggi, teknik belajar, manajemen waktu, dan persiapan menghadapi ujian. Peserta juga akan mendapat pendampingan dalam menentukan pilihan jurusan, perguruan tinggi, serta informasi mengenai peluang beasiswa.
Menurut Very, BILIK merupakan inisiatif Nona Angela Potasius bersama sejumlah relawan pendidikan di Maumere yang berangkat dari kepedulian terhadap keterbatasan informasi dan pendampingan bagi siswa di daerah. Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Disarpus menyambut kolaborasi tersebut sebagai upaya membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi generasi muda.
“Ini bukan sekadar bimbingan belajar. Ini adalah gerakan untuk memutus rantai keterbatasan informasi dan membangun keberanian generasi muda untuk bersaing di tingkat nasional,” kata Very kepada media di Maumere, Minggu 9 Agutus 2026
BILIK menyiapkan tiga bentuk pendampingan, yakni penyebaran informasi melalui media sosial dan kunjungan ke sekolah, bimbingan belajar intensif, serta konseling pendidikan. Informasi yang disampaikan mencakup peluang pendidikan tinggi dan pengalaman mahasiswa maupun alumni asal NTT sebagai referensi bagi siswa dalam menyusun rencana pendidikan.
Pada tahap bimbingan intensif, siswa akan mengikuti persiapan seleksi perguruan tinggi, penguasaan materi, strategi menghadapi ujian, manajemen waktu, hingga latihan menghadapi tekanan selama proses seleksi. Jika model tersebut dinilai efektif di Sikka, pola pendampingan diharapkan dapat diperluas ke kabupaten lain di NTT.
Konseling pendidikan dilakukan melalui webinar dan pendampingan individual dengan melibatkan mahasiswa serta alumni dari berbagai perguruan tinggi. Pendampingan individual digunakan untuk memetakan minat dan potensi siswa sekaligus membantu menentukan jurusan, perguruan tinggi, dan peluang beasiswa sesuai kondisi sosial-ekonomi peserta.
“Pendekatan individual ini penting karena kita tidak bisa menyamaratakan semua siswa. Setiap anak punya potensi dan tantangan yang berbeda,” ujar Very. Ia menilai keterlibatan berbagai pihak, mulai dari sekolah, orang tua, perguruan tinggi, komunitas pemuda, dunia usaha hingga masyarakat, diperlukan agar akses informasi dan pendampingan pendidikan semakin luas.
Disarpus menempatkan Aula Frans Seda sebagai salah satu ruang pelaksanaan program untuk memperluas fungsi perpustakaan sebagai pusat belajar dan interaksi masyarakat. “Perpustakaan tidak boleh hanya menjadi tempat menyimpan buku. Ia harus menjadi ruang hidup yang mendorong lahirnya gagasan, diskusi, dan perubahan,” kata Very.
Menurut Very, BILIK merupakan inisiatif Nona Angela Potasius bersama sejumlah relawan pendidikan di Maumere. Program tersebut berangkat dari perhatian terhadap keterbatasan informasi dan pendampingan yang dihadapi sebagian siswa di daerah ketika mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan tinggi
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....