Trauma Healing Pulihkan Rasa Aman Siswa Iligetang

  • 02 Sep 2026 08:24 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Pemulihan kondisi psikologis siswa pascagempa menjadi perhatian SDI Iligetang, Kabupaten Sikka. Pihak sekolah menilai pendampingan berkelanjutan diperlukan agar rasa takut dan kecemasan tidak mengganggu proses belajar anak-anak.

Wakil Kepala SDI Iligetang, Maria Yuldensia Kila, mengatakan siswa membutuhkan suasana yang membuat mereka kembali merasa aman setelah mengalami bencana. Menurutnya, pengalaman menghadapi guncangan dan situasi darurat turut memengaruhi kondisi emosional anak.

Hal tersebut disampaikan Maria usai kegiatan trauma healing yang diikuti para siswa bersama Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago dan tim di SDI Iligetang, Senin 31 Agustus 2026. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya membantu anak-anak mengurangi rasa takut setelah gempa.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Sikka yang sudah hadir dan memberikan perhatian kepada anak-anak kami. Kegiatan seperti ini sangat membantu anak-anak untuk kembali merasa tenang, nyaman, dan bersemangat,” ujar Maria.

Menurut Maria, dampak gempa tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fisik di lingkungan sekitar siswa. Pengalaman menghadapi bencana juga dapat meninggalkan kecemasan yang perlu mendapat perhatian dalam proses pemulihan.

Karena itu, sekolah membutuhkan dukungan untuk terus mendampingi anak-anak dalam masa pemulihan pascagempa. Kehadiran berbagai pihak dinilai dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi siswa.

“Anak-anak membutuhkan suasana yang membuat mereka merasa aman dan diperhatikan. Kehadiran Bapak Bupati bersama tim memberikan semangat baru bagi kami untuk terus mendampingi anak-anak,” katanya.

Maria mengatakan peran guru menjadi penting ketika kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung. Guru tidak hanya melanjutkan pembelajaran, tetapi juga perlu memperhatikan perubahan perilaku dan kondisi emosional siswa setelah bencana.

Ia menilai pemulihan psikologis anak tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu kali kegiatan trauma healing. Pendampingan perlu dilakukan secara bertahap agar siswa benar-benar siap kembali menjalani aktivitas sehari-hari di sekolah.

“Kami berharap pendampingan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Anak-anak membutuhkan proses untuk benar-benar kembali pulih dan siap mengikuti kegiatan belajar seperti biasa,” ujarnya.

Kegiatan trauma healing di SDI Iligetang menjadi bagian dari penanganan pascagempa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sikka terhadap kelompok masyarakat terdampak. Bupati Juventus Prima Yoris Kago sebelumnya juga berinteraksi langsung dengan para siswa untuk menciptakan suasana lebih santai dan mengurangi ketakutan mereka.

Bagi pihak sekolah, dukungan psikososial tetap dibutuhkan seiring pulihnya aktivitas pendidikan. Pemulihan kondisi emosional siswa diharapkan berjalan beriringan dengan kegiatan belajar mengajar agar anak-anak kembali bersekolah dengan rasa aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....