Trauma Healing Pulihkan Semangat Siswa SMPN Nuba Arat

  • 02 Sep 2026 08:25 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Gempa bumi tidak hanya mengguncang bangunan dan aktivitas masyarakat, tetapi juga meninggalkan rasa takut yang membekas pada sebagian anak-anak. Upaya memulihkan kondisi psikologis pascabencana dilakukan Tim Psikologi Biro SDM Polda NTT bersama Bag SDM Polres Sikka di SMPN Nuba Arat, Kecamatan Kangae, Selasa 1 Semangat 2026.

Kegiatan trauma healing tersebut diikuti sekitar 600 siswa, siswi, dan guru di sekolah yang berlokasi di Jalan Nairoa, Desa Watuliwung. Setelah sempat menghentikan kegiatan belajar mengajar akibat gempa bumi, sekolah itu kini kembali menjadi ruang pembelajaran sekaligus tempat pemulihan psikologis bagi warga sekolah.

Trauma healing dimulai sekitar pukul 10.00 WITA dan dipimpin Kasubbagsipol Biro SDM Polda NTT Kompol Prasetyo Dwi Laksono, S.Psi. Ia didampingi Kabag SDM Polres Sikka AKP Susanto, S.E., bersama Tim Psikologi Biro SDM Polda NTT dan personel Bag SDM Polres Sikka.

Tim memberikan pendampingan melalui Terapi USEFT sebagai upaya membantu siswa dan guru mengurangi rasa takut setelah mengalami bencana gempa. Pendekatan tersebut diarahkan untuk membangun kembali rasa aman dan ketenangan psikologis sebelum warga sekolah sepenuhnya menjalani aktivitas seperti biasa.

Bagi sebagian anak, guncangan gempa dapat meninggalkan ingatan tentang kepanikan dan ketidakpastian yang tidak mudah hilang. Karena itu, pembukaan kembali sekolah dinilai tidak hanya membutuhkan kesiapan ruang kelas, tetapi juga kesiapan mental siswa dan guru.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak mengikuti proses pemulihan dengan suasana yang lebih nyaman dan tidak kaku. Pendampingan psikologis diharapkan dapat membantu mengikis kecemasan sekaligus menguatkan kembali keyakinan siswa untuk belajar dan beraktivitas.

Kegiatan Trauma healing di SMPN Nuba Arat Kabupaten Sikka

Kehadiran tim psikologi menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang tidak hanya berfokus pada kerusakan fisik. Pemulihan mental juga menjadi perhatian karena rasa aman masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam mengembalikan kehidupan sehari-hari.

Anak-anak menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus karena mereka harus kembali menjalani rutinitas pendidikan setelah mengalami situasi yang menegangkan. Dukungan psikologis diharapkan membuat mereka kembali belajar, bermain, dan membangun cita-cita tanpa terus dibayangi rasa takut akibat gempa.

Kegiatan trauma healing di SMPN Nuba Arat juga memperlihatkan bentuk pendampingan Polri di tengah masyarakat terdampak bencana. Selain menjalankan fungsi pengamanan, personel kepolisian melalui tim psikologi turut hadir membantu kebutuhan pemulihan mental masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 11.30 WITA itu berjalan aman dan lancar. Bagi sekitar 600 siswa, siswi, dan guru, pendampingan tersebut menjadi bagian dari proses untuk kembali bangkit setelah bumi berhenti berguncang dan aktivitas kehidupan perlahan berjalan kembali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....