PLN Dorong Budaya Keselamatan Ketenagalistrikan di Labuan Bajo
- 10 Agt 2026 07:13 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - PT PLN mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keselamatan ketenagalistrikan melalui dialog interaktif di RRI SP Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat 7 Agustus 2026. Dialog tersebut mengangkat tema “Merdeka dari Bahaya Listrik” sebagai upaya mendorong budaya keselamatan dalam penggunaan listrik.
Hadir sebagai narasumber, Team Leader K3L & KAM ULTG Flores Barat, Darminio P.D.Y. Ramos, serta Team Leader K3L & KAM ULP Labuan Bajo, Choela Aly Mutachin. Keduanya memberikan edukasi mengenai berbagai potensi bahaya listrik, baik di lingkungan rumah tangga maupun di sekitar jaringan listrik.
Darminio menjelaskan, keselamatan ketenagalistrikan merupakan upaya untuk melindungi masyarakat dari berbagai potensi bahaya listrik. Karena itu, aspek keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab PLN, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan listrik.
“Keselamatan ketenagalistrikan ini bagaimana kita melindungi masyarakat dari potensi-potensi bahaya listrik, baik yang ada di lingkungan rumah maupun di sekitar jaringan listrik,” ujar Darminio.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berisiko di sekitar jaringan listrik, seperti bermain layang-layang, menanam pohon di bawah jaringan, maupun menggunakan tiang listrik untuk menjemur pakaian.
Sementara itu, Choela menekankan pentingnya memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi baik dan sesuai standar. Pemeriksaan instalasi juga perlu dilakukan secara berkala untuk mencegah terjadinya korsleting maupun kecelakaan akibat listrik.
“Penggunaan listrik harus dibarengi dengan perilaku yang aman. Instalasi listrik di rumah juga perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan kondisinya tetap aman,” kata Choela.
PLN juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan penanganan sendiri terhadap pohon yang berada di dekat jaringan listrik. Masyarakat diminta melaporkan kondisi tersebut kepada PLN agar penanganannya dapat dilakukan dengan aman.
Terkait pemadaman saat hujan atau banjir, PLN menjelaskan kondisi tersebut dapat terjadi karena sistem proteksi bekerja secara otomatis untuk mencegah risiko yang lebih besar. Masyarakat juga diimbau tidak menyentuh peralatan atau jaringan listrik yang berpotensi berbahaya saat kondisi lingkungan tergenang air.
Adapun PLN menyarankan pemeriksaan instalasi listrik rumah dilakukan minimal lima tahun sekali. Untuk layanan dan pengaduan, masyarakat dapat menggunakan aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Call Center 123.
Dalam kondisi darurat ketika menemukan seseorang tersengat listrik, masyarakat diminta memastikan sumber listrik telah diputus terlebih dahulu, misalnya melalui MCB, sebelum memberikan pertolongan kepada korban.
Melalui edukasi tersebut, PLN berharap masyarakat semakin memahami bahaya listrik dan menerapkan perilaku aman sehingga budaya keselamatan ketenagalistrikan dapat semakin kuat di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....