Ekonomi Manggarai Barat 2026 Ditarget Tumbuh 6,20 Persen

  • 10 Agt 2026 07:25 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 6,20 persen pada 2026, seiring meningkatnya investasi dan penguatan berbagai sektor strategis. Target tersebut disampaikan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi saat memaparkan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Mabar, Kamis, 6 Agustus 2026.

Selain pertumbuhan ekonomi, Pemkab Manggarai Barat menargetkan angka kemiskinan turun dari 16,25 persen pada APBD induk menjadi 15,65 persen dalam perubahan anggaran. Salah satu strategi yang disiapkan adalah validasi data penerima bantuan menggunakan aplikasi berbasis hasil sensus ekonomi yang dikembangkan BPS bersama Kementerian Dalam Negeri dan Ditjen Dukcapil.

Validasi akan melibatkan aparatur pemerintah, guru, Posyandu, hingga perangkat desa untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Bupati Edi juga memaparkan sejumlah indikator ekonomi makro lainnya. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditargetkan mencapai 70,47, sedangkan Gini Ratio berada pada angka 0,315.

Menurutnya, tren penurunan Gini Ratio menunjukkan pemerataan ekonomi yang semakin baik dan turut menciptakan iklim daerah yang kondusif bagi investasi. Pemerintah juga mendorong diversifikasi ekonomi melalui pertanian, perikanan, ketahanan pangan, pengembangan UMKM, serta hilirisasi komoditas lokal.

“Kenapa kita yakini di 70,47? Seiring dengan meningkatnya sektor pendidikan, termasuk sektor kesehatan. Kalau tercapai angka 70, maka IPM kita sudah masuk kategori tinggi,” ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Mabar menetapkan delapan arah kebijakan ekonomi makro 2026, yakni percepatan pariwisata berkelanjutan, diversifikasi ekonomi, pengembangan UMKM, penciptaan iklim investasi yang kondusif, pengurangan kemiskinan dan pengangguran, pengendalian inflasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan konektivitas dan infrastruktur.

Di sektor pertanian, pemerintah pusat juga mengalokasikan program cetak sawah baru sekitar 1.000 hektare untuk Manggarai Barat guna memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan daerah. Bupati Edi menegaskan seluruh kebijakan tersebut diarahkan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah juga terus memperkuat belanja wajib di sektor pendidikan dan kesehatan, sekaligus mendorong pelayanan publik berbasis digital. Pemaparan Perubahan KUA-PPAS 2026 itu diharapkan menjadi landasan bersama agar seluruh program pembangunan dapat berjalan efektif dan membawa manfaat bagi masyarakat Manggarai Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....