Pemkab Sikka Pastikan Peningkatan Jalan Bora Blupur Tahun Ini

  • 06 Agt 2026 07:31 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PKPP) memastikan rencana peningkatan jalan di Kampung Bora Blupur, Kecamatan Bola, telah masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun anggaran berjalan. Kepastian itu disampaikan setelah seluruh tahapan perencanaan dan penganggaran rampung sesuai mekanisme yang berlaku.

Sekretaris Dinas PKPP Kabupaten Sikka, Oktovianus S. W. Subanpulo atau Okto Suban, mengatakan perencanaan teknis telah disusun sejak tahun sebelumnya melalui proses Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS), hingga penetapan APBD. Survei awal lokasi juga telah dilakukan berdasarkan usulan pokok pikiran (Pokir) dan rencana kerja perangkat daerah.

Menurut Suban, pada tahun ini pemerintah hanya melakukan pengecekan ulang terhadap dokumen perencanaan untuk memastikan tidak terjadi perubahan kondisi di lapangan sebelum pekerjaan dimulai. "Kami hanya memastikan kembali apakah dokumen itu tidak terjadi deviasi atau perubahan di lapangan, karena ada interval waktu hingga pelaksanaan," ujarnya kepada media, Senin 3 Agustus 2026.

Ia menjelaskan anggaran yang disiapkan untuk penanganan jalan di Kampung Bora Blupur sebesar Rp161,7 juta. Ruas jalan yang akan ditangani memiliki panjang 154 meter dan dilengkapi pembangunan drainase di sisi kiri maupun kanan jalan sesuai kondisi lokasi.

Meski telah masuk dalam DPA, Suban menegaskan pekerjaan fisik belum dapat dieksekusi karena masih berada pada tahap verifikasi akhir oleh tim anggaran. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh data perencanaan tetap sesuai dengan kondisi aktual di lapangan.

Di sisi lain, warga Kampung Bora Blupur berharap proyek tersebut segera direalisasikan mengingat kondisi jalan tanah yang selama ini menjadi hambatan utama mobilitas masyarakat. Saat musim hujan, pengendara sepeda motor kerap harus menuntun kendaraan melewati jalan berlumpur sambil membawa hasil kebun menuju pasar.

Salah seorang warga, Trisila, mengatakan akses jalan yang rusak juga menyulitkan pelayanan kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Ia mengungkapkan warga yang sakit maupun ibu hamil sering kali harus berjalan kaki menuju jalan raya, bahkan beberapa hari lalu seorang warga yang mengalami patah tulang terpaksa diangkut menggunakan kain sarung oleh warga lainnya.

Menurut Trisila, kondisi tersebut juga berdampak pada dunia pendidikan karena pelajar SMP dan mahasiswa harus berjalan kaki sekitar lima kilometer menuju jalan raya untuk melanjutkan perjalanan ke sekolah atau kampus. Selain itu, biaya angkutan hasil bumi maupun kendaraan dinilai cukup tinggi sehingga menambah beban ekonomi masyarakat.

Warga mengaku telah berulang kali menyampaikan aspirasi kepada pemerintah mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, bahkan sejumlah pejabat dan anggota DPRD Kabupaten Sikka pernah meninjau langsung lokasi. Mereka berharap rencana peningkatan jalan yang telah dianggarkan segera direalisasikan agar akses transportasi, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan distribusi hasil pertanian masyarakat dapat berjalan lebih lancar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....