PMKRI Sikka Soroti Bantuan Gempa dan Kasus Dokter Hewan
- 16 Sep 2026 09:44 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Persoalan bantuan pascagempa, transparansi distribusi bantuan, hingga tuntutan pengungkapan kasus penembakan atau pembunuhan dokter hewan asal Kabupaten Sikka kembali menjadi sorotan publik. Suara kritis tersebut disampaikan DPC PMKRI Cabang Maumere Santo Thomas Morus melalui aksi mimbar bebas di depan Stadion Gelora Samador Maumere, Selasa 15 September 2026.
Sekitar 20 mahasiswa mengikuti aksi tersebut setelah melakukan long march dari Sekretariat PMKRI Cabang Maumere mulai pukul 15.45 WITA. Massa bergerak melalui Jalan Diponegoro, Jalan Mgr. Soegyo Pranoto, Jalan Nong Meak hingga Jalan Gajah Mada sebelum tiba di kawasan Stadion Gelora Samador sekitar pukul 16.00 WITA.
Setibanya di lokasi, mahasiswa menggunakan pengeras suara dan membawa bendera PMKRI untuk menyampaikan sejumlah aspirasi. Aksi berlangsung lebih dari dua jam dengan isu utama menyangkut pengawalan bantuan pascagempa, keterbukaan distribusi bantuan, serta penanganan kasus kematian dokter hewan asal Sikka.
PMKRI menilai persoalan bantuan pascagempa tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bantuan bagi warga terdampak. Mahasiswa juga menekankan pentingnya distribusi yang transparan, tepat sasaran, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Selain bantuan bencana, mahasiswa mendesak negara menunjukkan keseriusan dalam mengungkap dan menangani kasus penembakan atau pembunuhan dokter hewan asal Kabupaten Sikka. Mereka berharap proses hukum berjalan secara serius dan profesional sehingga memberikan kepastian hukum serta menjawab tuntutan keadilan masyarakat.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menempatkan fungsi kontrol sosial sebagai bagian dari penyampaian aspirasi publik. Mereka menilai kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara tidak hanya dibangun melalui pernyataan, tetapi juga melalui keterbukaan informasi dan tindakan nyata dalam menyelesaikan persoalan.
Untuk mengamankan kegiatan, Polres Sikka mengerahkan personel yang dipimpin Kasat Samapta AKP I Nyoman Karwadi, S.H., selaku Perwira Koordinator Pengamanan, didampingi Kasat Intelkam IPTU I Nyoman Suwasta. Pengamanan mengacu pada Surat Perintah Kapolres Sikka Nomor Sprin/552/XI/PAM.3.3./2026 tertanggal 15 September 2026 dengan mengedepankan pendekatan preventif dan humanis.
Penggunaan sebagian ruas Jalan Gajah Mada di depan Stadion Gelora Samador menjadi perhatian aparat karena berpotensi memperlambat arus lalu lintas. Polisi juga mengantisipasi kemungkinan bertambahnya massa dari sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Sikka, seperti GMNI, HMI, IMM, LMND, dan BEM Universitas Nusa Nipa Maumere.
Koordinasi lintas fungsi dan instansi disiapkan untuk mengantisipasi dinamika apabila jumlah massa meningkat atau terjadi eskalasi selama aksi berlangsung. Meski demikian, aparat mengutamakan komunikasi dan pendekatan persuasif, sedangkan penegakan hukum ditempatkan sebagai langkah terakhir apabila ditemukan pelanggaran pidana.
Aksi mimbar bebas berakhir sekitar pukul 18.15 WITA dan massa kemudian membubarkan diri menuju Sekretariat PMKRI. Kegiatan berlangsung aman dan kondusif tanpa gangguan menonjol, sementara sebelumnya PMKRI telah menyampaikan pemberitahuan aksi kepada Kapolres Sikka melalui surat Nomor 150/DPC/II-C/09/2026 tertanggal 15 September 2026, meski dalam kegiatan tersebut tidak diterbitkan STTP.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....